Konflik Rusia Vs Ukraina
Sindir Taktik Licik AS, Korea Utara Ikut Komentari Pembantaian di Bucha
Korut kini ikut-ikutan mengomentari tragedi pembantaian warga sipil Ukraina di Bucha.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
"Pernahkah Anda pergi ke Raqqa? Pernahkah Anda melihat bagaimana kota di Suriah ini dihancurkan oleh angkatan udara Amerika?" kata Putin.
"Mayat-mayat bertebaran di sana membusuk di puing-puing selama berbulan-bulan. Dan tidak ada yang peduli soal itu," ujar Putin.
Putin menyoroti bagaimana pembantaian warga sipil yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) seringkali tidak pernah menjadi topik perbincangan.
Kemudian Putin mengungkapkan bahwa ia telah memeroleh informasi dari badan intelijen soal bukti insiden di Bucha hanyalah rekayasa.
Di sisi lain, juru bicara Kremlin, Dmytri Peskov, tampak kesulitan menjawab ketika dihadapkan dengan bukti rekaman video pembunuhan warga sipil di Bucha, Ukraina.
Tangan kanan Presiden Rusia Vladimir Putin itu gelagapan ketika diminta menanggapi video seorang pesepeda yang ditembak tank Rusia.
Namun, meski dihadapkan dengan sejumlah bukti, Peskov bersikeras bahwa semua itu merupakan rekayasa semata.
Dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube Sky News, Selasa (12/4/2022), Peskov hadir secara virtual dalam tayangan televisi tersebut dari Moskow.
Ia mengingatkan tujuan invasi Rusia ke Ukraina yang disebutnya sebagai operasi militer.
Seperti skenario yang sudah-sudah, Rusia menekankan bahwa semua yang diberitakan di media adalah rekayasa.
Peskov juga menampik bahwa pasukannya menyebabkan pembantaian massal di Bucha.
Ia menekankan tidak ada mayat penduduk di jalanan saat pasukan Rusia meninggalkan lokasi pada 30 Maret.
Namun kemudian, pembawa menunjukkan gambar satelit yang merekam adanya 7 jasad tergeletak di pinggir jalan sejak 19 Maret.
Sepeninggal Rusia, mayat-mayat tersebut masih tergeletak di lokasi yang sama.
Peskov enggan menjelaskan hal tersebut dan hanya mengatakan bahwa gambar satelit tersebut berasal dari Perusahaan Maxar.