Konflik Rusia Vs Ukraina
Tentara Rusia Dituding Rudapaksa 25 Gadis di Ruang Bawah Tanah Bucha, 9 di Antaranya Hamil
Kasus-kasus korban rudapaksa oleh pasukan Rusia di Bucha, Ukraina, mulai terangkat.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Ditanya apakah mungkin untuk menilai skala kejahatan seksual yang dilakukan oleh pasukan Rusia selama pendudukan, Denisova sangsi.
Ia mengatakan tak semua korban trauma bersedia untuk mengungkap nasib tragis yang dialami.
"Tidak mungkin saat ini karena tidak semua orang mau memberi tahu kami apa yang terjadi pada mereka. Mayoritas dari mereka saat ini meminta dukungan psikologis, jadi kami tidak dapat mencatat itu sebagai kejahatan kecuali mereka memberikan kesaksian kepada kami," kata Denisova.
Dia mengatakan Ukraina ingin pengadilan khusus dibentuk oleh PBB untuk mengadili Vladimir Putin secara pribadi atas tuduhan kejahatan perang termasuk pemerkosaan.
Baca juga: Video Pasukan Rusia Temukan Markas Bawah Tanah Tentara Azov, Dapati Hal Ini Dalam Lorong
Baca juga: Menangis Ungkap Tentara Rusia Rudapaksa Anak Bawah Umur, Wakil Walikota Ukraina: Mereka Diseret
Video Kamar Penyiksaan di Bucha
Pasukan militer Ukraina mengunggah sebuah video pendek menampilkan sebuah rumah yang digunakan sebagai markas para tentara Rusia saat berada di Kota Bucha, Ukraina.
Seperti yang diketahui, Kota Bucha beberapa hari ini menjadi sorotan seusai pemerintah Ukraina mengunggah foto dan video jasad manusia bertebaran di jalanan hingga di halaman rumah yang disebut merupakan warga sipil korban pembantaian tentara Rusia.
Dalam video yang diunggah oleh pasukan militer Ukraina ditemukan juga sebuah ruang interogasi dan penyiksaan.

Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, markas para tentara Rusia itu diketahui bertempat di basemen sebuah rumah.
Seorang tentara Ukraina di dalam video tersebut menjelaskan bahwa para jasad yang ada di markas tentara Rusia itu dibunuh dengan cara dieksekusi.
Menurut keterangan tentara Ukraina yang namanya tidak disebutkan itu, lima jasad yang ditemukan merupakan warga sipil.
"Jasadnya masih ada di sini," ujar tentara Ukraina itu.
"Pertama mereka menembak lutut mereka. Lihat lah apa yang terjadi kepada lutut mereka."
Tentara Ukraina itu menjelaskan, para warga sipil yang ditembak tangannya diikat lalu dieksekusi dengan cara ditembak ke arah kepala.
Selain difungsikan sebagai markas militer, menurut tentara Ukraina yang ada di video, bangunan itu juga memiliki ruang untuk anggota badan intelijen Rusia.
"Terdapat ruang untuk interogasi," ungkap tentara Ukraina itu.
Dalam video itu tampak jelas ada lima jasad manusia dalam kondisi berlutut menghadap ke tembok. (TribunWow.com/Via/Anung)