Konflik Rusia Vs Ukraina
Serukan agar Putin Diadili, Joe Biden Tegaskan Kekejaman di Bucha Ukraina sebagai Kejahatan Perang
Presiden AS Joe Biden menyerukan diadakannya pengadilan kejahatan perang terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin (4/4/2022).
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Presiden AS Joe Biden menyerukan diadakannya pengadilan kejahatan perang terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin (4/4/2022).
Ia juga menegaskan akan menjatuhkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia.
Tindakan ini diambil menyusul laporan baru tentang kekejaman Rusia di Ukraina setelah pasukan itu mundur dari daerah sekitar Kiev.
Baca juga: Penampakan Ibu di Ukraina Tutup Jasad Anak Gadisnya Hanya Pakai Papan Kayu, In Kisah Pilunya
Baca juga: Ulangi Horor Mariupol, Rusia Kini Mulai Serang Pelabuhan Odessa meski Berjanji Mundur dari Ukraina
Dilansir TribunWow.com dari USA TODAY, Senin (4/4/2022), hal tersebut diutarakan Joe Biden saat konferensi pers di Gedung Putih sekembalinya dari Delaware.
"Kami melihat apa yang terjadi di Bucha. Dia (Putin) adalah penjahat perang," kata Biden.
Biden tergabung dengan paduan suara para pemimpin dunia yang mengutuk Rusia setelah fakta kekejaman pasukan Putin terungkap.
Para pejabat Ukraina mengatakan mayat 410 warga sipil ditemukan di kota-kota di wilayah Kiev yang baru-baru ini direbut kembali dari pasukan Rusia.
Menurut Oleksiy Arestovych, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang mengunjungi Bucha pada hari Senin, mengatakan 280 orang dimakamkan di kuburan massal.
Wartawan Associated Press melihat sedikitnya 21 mayat di berbagai tempat di sekitar Bucha.
Namun, pihak berwenang Rusia menolak bertanggung jawab dan menyebut gambar warga sipil yang tewas sebagai rekayasa.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga sempat mengunjungi Bucha.
Ia melihat sendiri kengerian di tempat kasus kematian warga sipil dan kuburan massal terungkap setelah pasukan Rusia mundur.
Zelensky pun menyerukan Rusia untuk mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Namun, ia juga mengakui kesulitan dalam melakukan pembicaraan damai setelah pembunuhan di Bucha.
"Sangat sulit untuk melakukan negosiasi ketika anda melihat apa yang mereka lakukan di sini," kata Zelensky.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/1jelaskan-maksud-dari-perkataannya-soa2sa.jpg)