Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Salahkan Ukraina soal Pembantaian, Zelensky Persilakan Jurnalis di Seluruh Dunia Datangi Bucha

Presiden Ukraina Zelensky ingin segera dilakukan investigasi secara transparan terhadap insiden pembantaian di Bucha.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
RONALDO SCHEMIDT/AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menahan tangis saat datangi lokasi mayat bergelimpangan di kota Bucha yang belum lama ditinggalkan pasukan Rusia, Senin (4/4/2022). Terbaru, Zelensky mempersilakan jurnalis dari berbagai negara datang ke Bucha. 

TRIBUNWOW.COM - Baik Rusia maupun Ukraina saling tuduh soal insiden pembantaian di Kota Bucha.

Pemerintah Ukraina menyebut, jasad-jasad manusia yang ditemukan di Bucha adalah warga sipil yang dibantai oleh tentara Rusia.

Sementara itu Rusia menuding insiden di Bucha adalah salah tentara Ukraina.

Gambar satelit yang diambil pada Sabtu (19/3/2022), menunjukkan mayat-mayat di Kota Bucha telah dibiarkan selama berminggu-minggu saat Rusia menduduki kota di Ukraina tersebut.
Gambar satelit yang diambil pada Sabtu (19/3/2022), menunjukkan mayat-mayat di Kota Bucha telah dibiarkan selama berminggu-minggu saat Rusia menduduki kota di Ukraina tersebut. (Capture Video Daily Mail)

Baca juga: Tinjau Bucha, Zelensky Tahan Tangis Lihat Kondisi Kota Ukraina yang Ditinggalkan Tentara Rusia

Baca juga: Ada Jurnalis Curiga Video Pembantaian Warga Bucha Hanya Akal-akalan Ukraina untuk Libatkan AS

Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, pada Selasa (5/4/2022) Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky buka suara soal insiden pembantaian di Bucha.

Zelensky menyatakan ingin insiden di Bucha segera dilakukan investigasi secara transparan dan mendalam yang mana hasilnya nanti diumumkan secara terbuka.

"Kita telah memberikan akses maksimal kepada jurnalis untuk ke Bucha dan kota Ukraina lainnya yang telah dibebaskan," ujar Zelensky.

Zelensky mempersilakan jurnalis dari berbagai negara datang langsung ke lapangan.

Sebelumnya diberitakan, menurut pihak Rusia, penembakan pada warga sipil dan kehancuran kota justru disebabkan tentara Ukraina sendiri.

Dilansir TribunWow.com dari TASS, Senin (4/4/2022), Rusia mengklaim tidak ada korban sipil yang dilaporkan di kota Bucha ketika kota itu dikendalikan oleh Angkatan Bersenjatanya.

Namun Duta Besar Rusia untuk Washington Anatoly Antonov menuding media AS mengabaikan penembakan yang dilakukan militer Ukraina di kota itu.

Ia pun terang-terangan membantah tudingan bahwa Rusia telah melakukan kejahatan perang pada warga sipil di Bucha.

"Kementerian Pertahanan Rusia telah sepenuhnya menolak tuduhan palsu ini," ujar Antonov saat diwawancarai Newsweek.

Menurut Antonov, pasukan Rusia sudah seminggu meninggalkan Bucha.

Selama itu, pasukan Ukraina disebut sudah mengetahui kondisi di Bucha dan memilih diam.

Namun belakangan potret mengenaskan di wilayah itu justru digunakan untuk menyalahkan Rusia.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyBucha
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved