Konflik Rusia Vs Ukraina
Percakapan Komandan Rusia Bocor, Terungkap Adanya Perpecahan di Badan Militer Putin
Sebuah rekaman suara beredar memperdengarkan seorang komandan Rusia yang sedang memarahi bawahannya.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Sebuah rekaman suara beredar memperdengarkan seorang komandan Rusia yang sedang memarahi bawahannya.
Komandan tersebut mengancam serta mencap prajuritnya sebagai pengecut dan pengkhianat.
Ia juga sempat membeberkan sejumlah fakta penting, termasuk keterlibatan FSB dan jumlah prajurit Rusia yang terluka.
Hal ini menjadi bukti adanya disintegrasi dalam kelompok militer Presiden Rusia Vladimir Putin dalam invasi ke Ukraina.
Baca juga: Biden Komentari Janji Putin Tarik Pasukan Militer Rusia dari Ukraina: Tidak Ada Bukti
Baca juga: Tentara Rusia Disebut Kalah dan Lelah, Inggris Sebut Putin bagaikan Orang di Dalam Kurungan
Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Kamis (31/3/2022), rekaman suara itu disebut berasal dari komandan Kementerian Dalam Negeri Siberia yang tampaknya mengecam pembangkangan pasukannya.
Ia terdengar marah dan menyinggung tentang insiden lain di mana 11 pasukan elit dari wilayah Siberia, Khakassia, menolak untuk berperang.
"Mereka semua telah dipecat," kata komandan tersebut.
"Bagaimana seorang pria SOBR [unit komando], seorang profesional, dapat keluar dari medan perang?"
Rupanya, komandan tersebut murka pada para prajuritnya yang menolak berperang di Ukraina.
Ia menyebut pasukan yang ingin berhenti itu sebagai pengkhianat.
"Bagaimana Anda berniat untuk hidup setelah itu? Dalam dua atau tiga minggu, omong kosong ini akan berakhir. Bagaimana Anda akan hidup setelah itu?," seru sang komandan.
"Saya tidak berpikir seorang perwira memiliki hak untuk keluar dari medan perang."
"Anda praktis telah menempuh jalan kriminalitas dan pengkhianatan. Saya tidak tahu apa yang lebih buruk."
Kemudian, komandan itu memberi mereka tiga hari untuk berubah pikiran.
"Dalam tiga hari lagi kami akan mengadakan pertemuan lain, dan jika anda mengisi laporan untuk berhenti - itu berarti anda telah melaporkan bahwa anda berhenti, keluar, berakhir," kata komandan tersebut.
"Saya akan menulis telegram, mengatakan untuk pengecut yang tak bermoral. Itulah yang akan tertulis di dokumen anda."
"Anda bukan mengkhianati saya, tetapi anda telah mengkhianati cita-cita anda sendiri, unit anda."
Terdengar komandan tersebut beberapa kali mengucapkan kata-kata kasar.
Ia kemudian mengancam akan mempermalukan semua pasukan yang berani angkat kaki dari medan perang.
"Kami akan melakukan semua yang kami bisa agar nama keluarga anda diserahkan ke sekolah anda, perguruan tinggi anda, tempat anda belajar, dibesarkan dan sebagainya. Agar orang tuamu tahu siapa yang mereka besarkan," kata komandan tersebut.
"Anda baru saja menghapus semua unit anda sekarang, detasemen Novosibirsk, detasemen Omsk, detasemen Irkutsk, menulis halaman hitam negatif dalam sejarah detasemen anda."
Komandan itu kemdian mengungkapkan banyaknya korban perang yang selama ini dirahasiakan Rusia.
Menurut sang komandan, di detasemennya saja, ada 445 orang terluka.
"Kami punya 445 terluka. Itulah yang terluka di seluruh kelompok pertempuran kita. Dan itu yang terendah dari semuanya," ujar sang komandan.
"Pasukan Lintas Udara memiliki beberapa kali lebih banyak. Puluhan kali lebih banyak. Puluhan kali lebih banyak! Dan kelompok lain memiliki lebih banyak korban."
"Kita sedang berperang sekarang. Ya, kamu akan tetap hidup, tetapi kamu akan menjadi orang buangan."
Terakhir, sang komandan mengancam data para pasukan yang menolak perang itu akan diserahkan pada badan intelejen FSB.
"Informasi pribadi Anda akan diserahkan kepada otoritas negara bagian, badan administrasi lokal, badan Kementerian Dalam Negeri, semua badan pendidikan tempat Anda belajar," kata komandan tersebut.
"Semua informasi itu akan diserahkan di semua tingkatan, termasuk FSB [Federal Security Service]."
Dia mengklaim FSB menempatkan kelompok pembelot sebelumnya di bawah kendali khusus, menunjukkan mereka bisa dicap mata-mata Ukraina.
Adapun rekaman audio tersebut dirilis di saluran Popular Politics yang memiliki kaitan dengan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny.
Baca juga: Ukraina Dituduh Pakai 2 Helikopter Serang Depot Minyak di Rusia
Baca juga: Tentara Rusia Kabur Bawa Truk Tinggalkan Teman-temannya, Videonya Ditertawakan Pasukan Ukraina
Rusia Sebut Terjadi Perang Informasi
Sebelumnya, pada Rabu (16/3/2022) sebuah gedung teater di Mariupol, Ukraina yang difungsikan sebagai tempat penampungan warga sipil hancur seusai dibombardir.
Pemerintah Ukraina menyebut serangan dilakukan oleh pesawat tempur Rusia.
Sementara itu pemerintah Rusia tegas membantah telah melakukan serangan ke gedung teater tersebut.
Dikutip TribunWow.com dari Sky News, bantahan ini disampaikan oleh duta besar pemerintah Rusia untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Vasily Nebenzya.
"Perang informasi sedang terjadi dalam skala yang lebih besar dibanding perang fisik," ujar Nebenzya.
Menurut Nebenzya siapa yang memenangkan perang informasi maka akan memenangkan peran secara keseluruhan.
Nebenzya lalu menyampaikan berdasarkan keterangan para warga sipil yang telah lebih dulu mengungsi keluar dari Mariupol, ada keterlibatan batalion Azov yang menyandera para warga sipil.
Nebenzya juga mengungkit bahwa pemerintah Rusia telah menyadari ada tulisan 'anak-anak' di luar gedung teater di Mariupol.
Seluruh pasukan militer Rusia telah diberitahu bahwa gedung teater tersebut adalah tempat yang dipenuhi warga sipil.
"Tidak pernah dijadikan target serangan," kata Nebenzya.
Nebenzya menyebut, pihak yang harus bertanggungjawab dalam hal ini adalah kelompok ultra nasionalis Ukraina batalion Azov.
Keterangan serupa disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.
"Jelas ini adalah kebohongan. Semuanya tahu bahwa pasukan militer Rusia tidak membombardir kota. Tidak peduli seberapa banyak video yang disebar oleh struktur NATO dan berapa banyak foto dan video klip bohong disebar, kebenaran akan terungkap," jelas Zakharova. (TribunWow.com/Via/Anung)
Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi-tentara-rusia-terkait-invasi-ukraina.jpg)