Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Kadyrov Bagikan Video 6 Tentara Ukraina Minta Maaf dan Menyerah pada Rusia

Kepala Chechnya pro Rusia, Ramzan Kadyrov, membagikan video yang memperlihatkan para tentara Ukraina yang tertangkap.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Capture Video RIA Novosti
Pimpinan Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov, membagikan video berisi 6 pria dikatakan sebagai tentara Ukraina yang menyerah dan meminta maaf pada Rusia, Kamis (31/3/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Kepala Chechnya pro Rusia, Ramzan Kadyrov, membagikan video yang memperlihatkan para tentara Ukraina yang tertangkap.

Para prajurit yang memakai baju sipil itu dikatakan meminta maaf dan mengajak rekannya untuk menyerah.

Dalam tulisannya, Kadyrov menyebut para tahanan itu diperlakukan secara manusiawi tak seperti yang dilakukan tentara Ukraian baru-baru ini.

Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov saat berpidato di depan pasukannya, diunggah Kamis (3/3/2022).
Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov saat berpidato di depan pasukannya, diunggah Kamis (3/3/2022). (Capture YouTube Kompas TV)

Baca juga: Kadyrov Bawa Putranya Usia 14 Tahun ke Medan Perang, Ajak Lihat Langsung Kondisi Konflik Ukraina

Baca juga: Puas Lihat Perkembangan di Ukraina, Putin Puji Kinerja Pasukan Chechnya Pimpinan Kadyrov

Dilansir TribunWow.com dari RIA Novosti, Kamis (31/3/2022), para pria yang diklaim sebagai tentara Ukraina itu berjumlah 6 orang.

Mereka berdiri dengan kedua tangan diikat menggunakan tali di depan tubuhnya.

Para tentara yang ditangkap di Mariupol itu menyarankan rekan-rekan mereka untuk menyerah, mengutuk pemerintah Ukraina dan meminta maaf.

"Setelah ditangkap, masing-masing tentara pemberani Ukraina menjadi sangat pengertian, mengutuk kepemimpinannya, meminta maaf kepada rakyat Rusia dan Ukraina untuk kegiatan anti-rakyat, seruan untuk meletakkan senjata mereka melawan perwakilan Rusia dari lembaga penegak hukum dan menyerah," tulis Kadyrov di saluran Telegram pribadinya.

Menurutnya, sikap terhadap tentara Ukraina yang ditangkap adalah yang paling manusiawi.

Kadyrov menyebut para tahanan diberi makan, disediakan perawatan medis, dan diizinkan untuk menghubungi kerabat mereka.

"Tidak ada yang menembak bagian tubuh, tidak mengejek atau membunuh siapa pun. Kami menentang metode sadis seperti itu yang khas Nazi dari geng Azov," kata Kadyrov.

Perkataan tersebut diduga untuk menyindir video kekejaman tentara Ukraina terhadap tahanan yang beredar belum lama ini.

Di dalam video tersebut ditampilkan para tentara Rusia yang telah menjadi tahanan perang disiksa secara sadis hingga ada yang tewas saat diinterogasi.

Komite Investigatif Rusia menyatakan, video tersebut beredar luas di dunia maya.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, saat ini Kepala Komite Investigatif Rusia, Alexander Bastrykin mengatakan tengah mengumpulkan segala bukti yang terkait dengan insiden tersebut.

Sementara ini video itu diduga diambil di sebuah fasilitas militer milik pasukan Ukraina di bagian timur Ukraina.

Komite Investigatif Rusia menduga ada keterlibatan kelompok nasionalis Ukraina dalam penyiksaan terhadap tentara Rusia yang menjadi tahanan perang.

Ada beberapa bagian video yang beredar di internet.

Di dalam sebuah video ditampilkan tentara Rusia yang menjadi tahanan perang dalam kondisi berbaring di tanah penuh luka dan babak belur.

Tentara yang terluka kemudian diinterogasi oleh sejumlah pria bersenjata yang mana menggunakan aksesori khas tentara Ukraina.

Beberapa tentara Rusia yang terluka parah tampak tewas di tengah proses interogasi.

Pada video lain turut diperlihatkan tiga tentara Rusia kakinya ditembak dari jarak dekat.

Baca juga: Ukraina Dituduh Pakai 2 Helikopter Serang Depot Minyak di Rusia

Baca juga: Ukraina Kembali Kuasa Chernobyl Buntut Pasukan Rusia Dilarikan akibat Terkena Radiasi Nuklir

Kebiri Tentara Rusia yang Tertangkap

Di sisi lain, pemilik rumah sakit di zona perang Ukraina timur telah menginstruksikan dokternya untuk mengebiri tentara Rusia yang ditangkap.

Ia menilai pasukan Rusia sama harkatnya dengan kecoak yang tak pantas diperlakukan seperti layaknya manusia.

Perintah itu dilakukan setelah Ukraina menolak ultimatum dari Rusia yang menuntut untuk menyerahkan Mariupol.

Dilansir TribunWow.com dari Mirror, Senin (21/3/2020), pemilik rumah sakit keliling Gennadiy Druzenko, (49), mengatakan hal tersebut saat diwawancarai saluran TV Ukraina-24.

Ia merupakan seorang dokter dengan jiwa humanis yang tinggi.

Namun setelah penyerangan Rusia yang membabi buta, Druzenko tampaknya berubah pikiran.

"Saya selalu menjadi seorang humanis yang hebat dan mengatakan bahwa jika seorang pria terluka, dia bukan lagi musuh tetapi seorang pasien," kata Druzenko.

"Tapi sekarang saya memberi perintah yang sangat ketat untuk mengebiri semua orang Rusia yang ditangkap, karena mereka adalah kecoak, bukan manusia."

Sejak 2014, sekitar 500 dokter telah bekerja di rumah sakit keliling Druzenko.

Ia mendirikan Rumah Sakit Mobil Sukarela Pertama yang menempatkan dokter dan perawat sipil di zona konflik dekat dengan republik separatis di Ukraina timur.

"Percayalah pada semua dokter yang telah menyelamatkan pasien, orang Rusia akan mati di sini. Mati dalam jumlah besar," ujar Druzenko.

“Mereka yang datang ke sini akan mengingat mimpi buruk mereka di tanah Ukraina."

“Seperti orang Jerman mengingat Stalingrad."

Komite Investigasi Rusia membuka kasus pidana terhadap komentar tersebut, yang berarti bahwa jika Druzenko ditangkap, dia akan diadili di bawah hukum Rusia.

Ketua komite Alexander Bastrykin, mantan teman kuliah Putin, memprakarsai kasus pidana atas tuntutan pengebirian Druzenko yang bertentangan dengan hukum dan norma-norma etika kedokteran.

"Kepala proyek Rumah Sakit Bergerak Ukraina, Gennady Druzenko, menyerukan kekerasan terhadap tentara Angkatan Bersenjata Rusia yang ditangkap secara langsung di saluran TV Ukraina," terang Bastrykin.

"Dia memberikan instruksi ini kepada para dokter di rumah sakit keliling."

Druzenko akan dimasukkan ke dalam daftar buronan internasional Rusia. (TribunWow.com/Via/Anung)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaRamzan KadyrovRepublik Chechnya
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved