Konflik Rusia Vs Ukraina
Kondisi Terkini Roman Abramovich, Sempat Alami Kebutaan hingga Dirawat Intensif di Luar Negeri
Oligarki asal Rusia, Roman Abramovich dikabarkan mengalami gejala keracunan diduga akibat bahan kimia berbahaya.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Oligarki asal Rusia, Roman Abramovich dikabarkan mengalami gejala keracunan diduga akibat bahan kimia berbahaya.
Insiden ini terjadi tak lama setelah menghadiri pertemuan terkait konflik Rusia dan Ukraina.
Kini, Abramovich dikabarkan telah pulih meski sebelumnya sempat mengalami kebutaan.
Baca juga: Sampai Diracun, Seberapa Dalam Keterlibatan Roman Abramovich pada Konflik Rusia dan Ukraina?
Baca juga: Buntut Invasi ke Ukraina, Vladimir Putin Kini Terancam Disingkirkan Elite Rusia Pakai Racun
Dikutip TribunWow.com, Rabu (30/3/2022), The Guardian mengabarkan kondisi mantan pemilik Chelsea FC tersebut dari sebuah sumber terpercaya.
Sumber yang mengetahui langsung insiden tersebut mengklaim Abramovich, sedang mengambil bagian dalam negosiasi informal di ibukota Ukraina, Kyiv.
Menurut sumber itu, anggota parlemen Ukraina Rustem Umerov juga merupakan bagian dari negosiasi tersebut.
Keduanya kemudian meninggalkan Ukraina ke Polandia, lalu terbang ke Istanbul, Turki, di mana mereka menerima perawatan medis.
"Itu selama perjalanan pertamanya ke Kyiv. Roman kehilangan penglihatannya selama beberapa jam. Di Turki, mereka dirawat di klinik bersama Rustem Umerov," ujar sumber tersebut.
Dilansir Daily Mail, Selasa (29/3/2022), Abramovich mengalami gejala yang meliputi mata merah,berair, kulit mengelupas di wajah dan tangan, serta rasa sakit yang terus-menerus.
Gejala ini dirasakan oleh Abramovich, Umerov, dan negosiator Ukraina lain setelah acara pertemuan pada tanggal 3 Maret di Kivy.
Setelah melakukan pembicaraan yang berlangsung hingga pukul 22.00 waktu setempat, ketiganya pergi ke sebuah apartemen di Kyiv malam itu juga.
Selama di sana, mereka semua menderita radang mata dan kulit serta rasa sakit yang menusuk di mata hingga keesokan paginya.
Dikabarkan ketiga pria itu hanya mengonsumsi cokelat dan air beberapa jam sebelum gejalanya muncul.
Anggota tim keempat yang juga mengonsumsi makanan dan air yang sama tidak mengalami gejala.
Hari berikutnya, pada tanggal 4 Maret, Abramovich, Umerov dan negosiator lainnya berkendara dari Kyiv ke kota Lviv di Ukraina sementara dalam perjalanan ke Polandia, masih mengalami gejala.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pengusaha-rusia-yang-juga-pemilik-klub-sepak-bola-chelsea-roman-abramovich.jpg)