Konflik Rusia Vs Ukraina
Sampai Diracun, Seberapa Dalam Keterlibatan Roman Abramovich pada Konflik Rusia dan Ukraina?
Dilaporkan bahwa taipan Roman Abramovich telah beberapa kali terbang bolak-balik antara Istanbul, Moskow dan Kyiv.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Dilaporkan bahwa taipan Roman Abramovich telah beberapa kali terbang bolak-balik antara Istanbul, Moskow dan Kyiv.
Ia dikabarkan menjadi kepercayaan untuk menyampaikan pesan dari Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Kemudian, pada Senin (28/3/2022), terungkap bahwa pemilik saham Chelsea FC dan dua negosiator Ukraina lainnya menjadi korban keracunan.
Insiden ini terjadi setelah ia ikut mengambil bagian dalam pembicaraan damai di Kyiv pada awal Maret.
Lantas, seberapa besar keterlibatan Abramovich dalam proses perdamaian tersebut?

Baca juga: Kulit Wajah Mengelupas, Roman Abramovich Mantan Pemilik Chelsea dan 2 Pejabat Ukraina Keracunan
Baca juga: Imbas Penyerangan Rusia ke Ukraina, Abramovich Resmi Lepas Chelsea, Berikut Statement-nya
Dilansir TribunWow.com dari Sky News, Selasa (29/3/2022), seorang juru bicara Abramovich memberi keterangan.
"Saya dapat mengkonfirmasi bahwa Roman Abramovich dihubungi oleh pihak Ukraina untuk (meminta) dukungan dalam mencapai resolusi damai, dan bahwa ia telah berusaha untuk membantu sejak itu," kata sumber tersebut.
Keterlibatannya mengikuti permintaan dari produser film Ukraina Alexander Rodnyansky yang telah meminta bantuan dari pengusaha asal Rusia tersebut.
"Meskipun pengaruh Roman Abramovich terbatas, dia adalah satu-satunya yang merespons dan mencobanya sendiri," kata Rodnyansky.
Berikut catatan keterlibatan Abramovich dalam konflik Rusia-Ukraina menurut kurun waktunya.
3 Maret
Pemilik Chelsea menghadiri pembicaraan di ibukota Ukraina Kyiv awal bulan ini, menurut The Wall Street Journal.
Kelompok media investigasi Bellingcat mengatakan negosiasi terjadi di wilayah Ukraina dan berlangsung hingga sekitar pukul 10 malam pada 3 Maret.
Tiga anggota tim perunding pergi ke sebuah apartemen di kota di mana mereka mulai merasakan gejala awal, termasuk radang mata dan kulit.
"Gejalanya tidak mereda sampai pagi hari," kata situs tersebut.