Terkini Internasional
Co Pilot Lebih Senior Dibanding Pilot, Ahli Soroti Keanehan Jatuhnya Pesawat China Eastern Airlines
Seorang ahli penerbangan menyoroti sederet fakta seputar jatuhnya pesawat Boeing 737-800 milik China Eastern Airlines.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Menurut Gethin, cuaca adalah faktor terakhir yang harus diperhatikan dalam kecelakaan ini.
Ia mengatakan masalah-masalah teknis sekecil apapun di dalam pesawat dapat menyebabkan jatuhnya pesawat MU 5735.
Media pemerintah China mengakui ada kemungkinan para penumpang dan kru pesawat tidak ada yang selamat.
Menurut penjelasan pemerintah China, pesawat ini mengangkut 123 penumpang plus sembilan kru pesawat.
Berangkat dari Kota Kunming, pesawat ini memiliki tujuan ke Guangzhou.
Menurut keterangan dari Flightradar24, pesawat ini berusia enam tahun.
Data lain dari Flightradar24 menampilkan pesawat ini berangkat pada pukul 01.11 dini hari waktu setempat.
Kemudian data penerbangan tiba-tiba berakhir pada 2.22 dini hari atau sekira satu jam setelah pesawat terbang.
Seharusnya pesawat tersebut dijadwalkan landing pada pukul 3.05 dini hari.
Standar penerbangan di China diketahui adalah satu dari beberapa yang terbaik di dunia.
Berdasarkan data dari jaringan keselamatan penerbangan (Aviation Safety Network) kecelakaan fatal terkait pesawat terbang terakhir terjadi pada tahun 2010 yang mana 44 dari 96 orang tewas dalam kecelakaan pesawat Embraer E-190 milik maskapai Henan.
Kala itu kecelakaan terjadi karena buruknya jarak penglihatan saat mendekati bandara Yichun.
Di media sosial (medsos) kini tengah ramai beredar video menampilkan tempat kejadian pekrara (TKP) jatuhnya pesawat tersebut.
Dikutip TribunWow.com, satu di antaranya diunggah oleh kantor berita yang terafiliasi dengan pemerintah China yakni People's Daily China @PDChina.
Dalam cuitannya di Twitter ditampilkan sebuah video pendek berdurasi setengah menit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/1gunungan-di-guangxi-pada-senin-2132022.jpg)