Konflik Rusia Vs Ukraina
Sebut Putin Berbohong, Arnold Schwarzenegger Ungkap Propaganda Rusia terhadap Perang Ukraina
Bintang film dan politikus kenamaan Amerika Serikat, Arnold Schwarzenegger menyerukan kebenaran perang yang terjadi di Ukraina kepada para warga Rusia
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
"Dalam pembuluh darah saya mengalir darah Rusia dan Ukraina," tulis Tchoumitcheva.
"Saya tidak memiliki pengetahuan atau pendapat politik, tetapi yang bisa saya katakan adalah: Saya selalu menentang perang dan untuk rakyat," tulisnya kepada 2 juta pengikutnya.
Risiko bagi para influencer, selebritas, dan jurnalis Rusia dalam berbicara menentang diktator Rusia itu sangat jelas.
Mereka yang tidak mengikuti keputusan pemerintah, bisa saja ditangkap atau menerima nasib lebih buruk.
Mengingat pernyataan kepada jutaan orang di Instagram atau TikTok dapat menimbulkan kerusakan reputasi yang cukup besar pada klaim persatuan Putin atas penyerangan yang dilakukan.
Influencer Ukraina yang tinggal di negara itu telah menyesuaikan konten mereka agar sesuai dengan keadaan yang berubah di bawah bayang-bayang invasi.
Hingga kemarin, selebgram Anna Prytula masih mengunggah konten kemewahan seperti selebgram lain pada umumnya.
Ia pun memiliki jutaan pengikut yang terdiri dari 71% orang Ukraina, dan 16% di antaranya adalah orang Rusia.
Namun setelah Rusia melancarkan invasi, lewatlah foto-foto glamor di luar hotel mewah, berganti kotak merah mencolok dengan teks putih: "Pukul 5 pagi Rusia menyerang wilayah Ukraina".
InstaStory Anna Prytula segera berubah dari pandangan sekilas ke dalam kehidupan glamornya menjadi rekaman rudal yang menghujani tanah airnya, permohonan kepada NATO untuk campur tangan, dan saran tentang cara mencari bantuan dan di mana harus bersembunyi.
Perubahan juga terjadi pada beberapa influencer lain yang mengunggah konten terkait perang tersebut.
Travel Blogger Ukraina Elena Mandziuk, menunjukkan kepada jutaan pengikutnya cara membuat bom molotov di InstaStory-nya.
Mary Furtas, seorang pengusaha Ukraina dengan hampir 55 ribu pengikut, memutar permohonan politik secara terbuka pada 19 Februari di akunnya.
Pada hari Rusia menginvasi Ukraina, ia juga memasang kotak merah dengan tulisan "Setiap orang Rusia bertanggung jawab untuk ini." (TribunWow.com)