Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Kasus Subang Tak Kunjung Terungkap, Kriminolog Soroti Sketsa Wajah Terduga Pelaku: Sudah Ada Target

Kriminolog dari Unpad Yesmil Anwar buka suara soal kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.

Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati
Kondisi rumah tempat ditemukan mayat Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu di Subang, Jumat (12/11/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Kriminolog dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat, Yesmil Anwar buka suara soal kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.

Dilansir Kompas.com, pelaku pembunuh Tuti (55) dan anaknya Amelia Mustika Ratu (23) hingga kini masih belum diketahui.

Beberapa waktu yang lalu diketahui polisi sempat mengeluarkan gambar sketsa wajah terduga pelaku dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Direskrimum Polda Jabar Kombes Yani Sudarto tengah memperlihatkan sketsa wajah terduga pelaku di Mapolda Jabar, Rabu (29/12/2021).
Direskrimum Polda Jabar Kombes Yani Sudarto tengah memperlihatkan sketsa wajah terduga pelaku di Mapolda Jabar, Rabu (29/12/2021). (KOMPAS.COM/AGIE PERMADI)

Baca juga: Kabar Terbaru Kasus Subang, Kakak Tuti Berkali-kali Didatangi Korban Lewat Mimpi, Singgung Sosok Ini

Sketsa wajah ini berdasarkan hasil analisis tim Inafis Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Sketsa wajah terduga pelaku itu pun telah disebar ke seluruh Polres di seluruh Indonesia.

Yesmil Anwar mengatakan, dengan dikeluarkannya sketsa wajah terduga pelaku, berarti polisi sudah ada targetnya.

"Kalau sudah ada sketsa wajah, ya berarti sudah ada target," kata Yesmil saat dihubungi Kompas.com, melalui sambungan telepon, Rabu (16/3/2022).

Harusnya, kata Yesmil, itu menjadi lebih mudah apabila menggunakan forensik digital.

Namun, ia menduga data yang disimpan dalam file polisi mungkin belum lengkap.

"Harusnya kemampuan teknologinya dipertinggi, dan kemampuan analisinya juga," ujarnya.

Baca juga: Warga Subang Resah Dapat Info dari YouTube Pembunuh Tuti dan Amalia Berada di Sekitar TKP

Terkait polisi telah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus ini, kata Yesmil, itu bukan memperterang persoalan, tapi memperlama.

"Karena belum tentu tim khusunya bekerja dengan maksimal, karena sering kali tim khusus banyak juga pekerjaan-pekerjaan lain. Yang penting kembali lagi melakukan penyelidikan dan penyidikan secara serius apakah oleh tim khusus atau lainnya," ungkapnya.

Dengan belum terungkapnya kasus tersebut, Yesmil pun mengaku kecewa dengan pihak kepolisian.

"Ya agak kecewa, profesionalitas polisi tidak maksimal, terlalu banyak steament tapi kemajuannya lambat" kata pakar hukum pidana ini.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved