Konflik Rusia Vs Ukraina
Pemerintah Ukraina Klarifikasi Info Intelijennya soal Pasukan Rusia Tembaki Rombongan Pengungsi
Pemerintah Ukraina melalui Kementerian Pertahanannya mengklarifikasi sebuah informasi yang belum lama ini disampaikan oleh intelijennya.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Ukraina belum lama ini menyampaikan sebuah informasi yang diperoleh oleh agen intelijennya.
Informasi tersebut menjelaskan bagaimana pasukan militer Rusia menyerang rombongan warga sipil yang sedang mengungsi lewat koridor kemanusiaan pada Jumat (12/3/2022).
Namun kini informasi dari intelijen tersebut telah diklarifikasi oleh pemerintah Ukraina.
Baca juga: Berisi 80 Warga Sipil, Masjid di Ukraina Turut Diserang Pasukan Rusia
Baca juga: 1 Jam Presiden Ukraina Berbicara dengan PM Israel, Zelensky Minta Dibantu Menyelamatkan Tawanan
Dikutip TribunWow.com dari Aljazeera.com, Kementerian Pertahanan Ukraina menyampaikan, pengungsi yang terkena serangan pasukan Rusia ternyata tidak pergi lewat koridor keamanan.
"Mereka pergi mengevakuasi diri mereka tidak lewat jalur hijau yang disepakati kedua belah pihak (Rusia dan Ukraina)," ujar Kemenhan Ukraina.
Sebelumnya, dikutip TribunWow.com dari bbc.com, pasukan militer Rusia disebut oleh intelijen Ukraina telah menembaki para warga sipil saat mereka berbondong-bondong mengungsi melewati koridor kemanusiaan yang seharusnya tidak boleh diserang.
Kejadian ini disebut terjadi di sebuah desa yang berada di dekat Kiev/Kyiv, pada Jumat (12/3/2022) lalu.
Intelijen Ukraina mengklaim, korban yang ditembak adalah rombongan ibu-ibu dan anak-anak. Total tujuh orang tewas dalam serangan itu.
Pihak Rusia sendiri belum berkomentar atas klaim yang disampaikan oleh intelijen Ukraina.
Menurut keterangan intelijen Ukraina, serangan itu bukan kali pertama Rusia mengincar warga sipil.
Rusia Serang Rumah Bersalin
Sebelumnya, perhatian publik tertuju terhadap aksi pasukan militer Rusia yang melakukan serangan terhadap sebuah rumah bersalin di Ukraina.
Serangan itu terjadi di Kota Mariupol, Ukraina, pada Rabu (9/3/2022).
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov akhirnya menjawab soal alasan serangan bombardir yang menargetkan rumah bersalin di Mariupol.
Dikutip TribunWow.com dari Sky News, jawaban ini disampaikan oleh Lavrov seusai menemui Menteri Luar Negeri Ukraina Dymtro Kuleba di Turki, Kamis (10/3/2022).