Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Facebook Bebaskan Konten Ujaran Kebencian ke Vladimir Putin, Ini Reaksi Pemerintah Rusia

Pemerintah Rusia buka suara terkait kebijakan Meta (Facebook dan Instagram) yang membebaskan ujaran kebencian terhadap Putin dan Rusia.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
YouTube RT
Presiden Rusia Vladimir Putin saat mengadakan pertemuan dengan pramugari maskapai Aeroflot, Sabtu (5/3/2022). Dalam kesempatan tersebut, Putin turut mengungkit soal konflk Ukraina Vs Rusia. 

TRIBUNWOW.COM - Meta, perusahaan yang menaungi Facebook hingga Instagram mengeluarkan kebijakan kontroversial menanggapi konflik yang terjadi saat ini antara Rusia dan Ukraina.

Saat ini Facebook dan Instagram telah membebaskan penggunanya membuat konten ujaran kebencian terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemerintahannya.

Merespons hal ini, Kedutaan Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS) telah berbicara langsung ke pemerintah AS.

Facebook mengumumkan perubahan nama perusahaan induknya menjadi Meta pada Kamis (28/10/2021). Meta yang membawahi Facebook hingga Instagram saat ini membebaskan ujaran kebencian terhadap Putin dan pemerintahannya.
Facebook mengumumkan perubahan nama perusahaan induknya menjadi Meta pada Kamis (28/10/2021). Meta yang membawahi Facebook hingga Instagram saat ini membebaskan ujaran kebencian terhadap Putin dan pemerintahannya. (YouTube/Meta)

Baca juga: Pemakaman Masal hingga Warga Berkelahi demi Makanan, Ini Kondisi Kota di Ukraina yang Dikepung Rusia

Baca juga: Zelensky Bantah Keras Klaim Rusia soal Penemuan Senjata Pemusnah Massal di Ukraina: Saya Ayah 2 Anak

Dikutip TribunWow.com dari Aljazeera.com, pemerintah Rusia meminta agar pemerintah AS menghentikan kebijakan yang disebut oleh pihak Rusia sebagai aktivitas ekstremis.

"Kebijakan agresif dan kriminal Meta yang berujung pada kebencian dan permusuhan terhadap Rusia tidak dapat diterima," ujar Kedubes Rusia.

Pemerintah Rusia lalu mengungkit bagaimana langkah yang diambil oleh Meta semakin membuktikan bahwa Rusia saat ini tengah diserang oleh media.

Dikutip TribunWow.com dari Sky News, Meta diketahui telah mengirim email ke moderator yang berisi penjelasan bahwa konten politis yang biasanya dilarang saat ini diperbolehkan.

Konten yang dilarang hanya konten yang berisi ujaran kebencian terhadap warga sipil Rusia dan jika konten tersebut berisi detail rencana aksi kejahatan, contohnya rencana pembunuhan Putin.

Pengendoran aturan ujaran kebencian ini juga berlaku terhadap Presiden Belarus, Alexander Lukashenko.

Diketahui, pelonggaran aturan ini telah terjadi di Armenia, Azerbajian, Estonia, Georgia, Hungaria, Latvia, Lithuania, Polandia, Romania, Rusia, Slovakia, dan Ukraina.

Di sisi lain, sudah seminggu berlalu sejak pemerintah Rusia menyatakan memblokir Facebook di negaranya.

Influencer Pakai Medsos Lawan Rusia

Sebelumnya, tokoh-tokoh kenamaan Rusia dan Ukraina merespons konflik yang terjadi di antara dua negaranya.

Media sosial belakangan ini dipenuhi pesan-pesan dan video yang mengecam serangan Rusia terhadap Ukraina.

Unggahan tersebut ramai digaungkan dengan berani, mengabaikan risiko atas penentangan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainainvasiFacebookInstagram
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved