Konflik Rusia Vs Ukraina
Rusia Klaim Kelompok Radikal Ukraina Sandera Ribuan Warga Asing Termasuk Indonesia
Pemerintah Rusia mengklaim kelompok radikal di Ukraina menyandera warga dari negara lain dan digunakan sebagai tameng manusia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Rusia mengklaim saat ini ada ribuan warga negara asing yang sedang disandera oleh sebuah kelompok radikal di Ukraina.
Sekira 1.500 warga negara asing tersebut diklaim oleh Rusia dijadikan tameng manusia oleh kelompok radikal Ukraina dalam konflik antara Rusia dan Ukraina yang terjadi sejak 24 Februari 2022 kemarin.
Pernyataan oleh pemerintah Rusia ini disampaikan oleh Kepala Pusat Kontrol Pertahanan Nasional Rusia, Jenderal Kolonel Mikhail Mizintsev.
Baca juga: Anak di Ukraina Tewas Dehidrasi, Zelensky Soroti Taktik Pasukan Rusia Kepung Warga Sipil
Baca juga: Dibantu Israel soal Konflik Lawan Rusia, Ukraina Justru Protes Gara-gara Ini
Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, pernyataan tersebut disampaikan oleh Mizintsev pada Senin (7/3/2022).
"Kelompok radikal Kiev menyandera lebih dari 1,500 warga negara asing sebagai tameng manusia," ujar Mizintsev.
Mizintsev lalu merinci di Kharkov saat ini ada 257 WNA yang terdiri dari warga Jordania, Mesir, Vietnam dan Indonesia.
Kemudian ada 1,140 warga dari India, Tanzania, China, Ghana, Jordania, Mesir, Pakistan, Tunisia, Zambia, Kazakhstan, dan Serbia di Sumy.
Selanjutnya di Kota Mariupol ada 70 warga dari Turki, 18 dari Kazakhstan.
Di Kota Kherson ada 15 warga Mesir, tujuh warga Indonesia di Odessa, tujuh warga Republik Togo di Kiev, serta tujuh warga Inggris dan enam warga Belarus di Kiev.
Lalu ada 12 warga Pakistan dan sembilan warga Indonesia yang dijadikan tawanan di Chernigov.
Mizintsev menyampaikan, pihaknya saat ini tengah berupaya berkoordinasi dengan para diplomat dari negara-negara bersangkutan untuk mengurus nasib para WNA tersebut.
Lumuri Peluru Pakai Lemak Babi
Sebelumnya diberitakan, sebuah cuitan kontroversial diunggah oleh akun resmi Twitter milik Garda Nasional Ukraina @ng_ukraine, sebuah kelompok milisi yang berdiri di bawah Kementerian Dalam Negeri.
Dalam cuitan tersebut tampak Batalion Azov yang merupakan bagian dari Garda Nasional Ukraina melumuri peluru senjata mereka menggunakan lemak babi.
Peluru tersebut diakui oleh prajurit Batalion Azov untuk melawan pasukan muslim Chechen asal Republik Chechnya yang membantu Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan invasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/1sempatan-tersebut-putin-2raina-vs-rusia.jpg)