Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ramai Video Konflik di Ukraina, Rusia Tuding Intelijen NATO Sebarkan Berita Hoaks

Pemerintah Rusia menuding ada aktor profesional yang sengaja menyebarkan berita bohong seputar konflik di Ukraina untuk menyudutkan Rusia.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
BBC.com
Kamera CCTV merekam detik-detik ledakan misil Rusia yang hancurkan gedung pemerintahan kota Kharkiv, Ukraina, Selasa (1/3/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Pada Rabu (2/3/2022), operasi militer spesial yang dilakukan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin di Ukraina telah memasuki hari ketujuh.

Selama konflik berlangsung, media sosial ramai beredar video-video yang menggambarkan situasi konflik di Ukraina.

Beredarnya video-video tersebut, menurut pemerintah Rusia disebabkan adanya campur tangan pihak profesional.

Serangan roket Rusia di Kota Kiev, Ukraina pada Sabtu (26/2/2022).
Serangan roket Rusia di Kota Kiev, Ukraina pada Sabtu (26/2/2022). (BBC.com)

Baca juga: Sebelum Menyerang Ukraina, Rusia Minta Warga Sipil Pergi dari Rumah

Baca juga: Warga Kulit Hitam Alami Rasisme di Ukraina saat Mengungsi: Memperlakukan Kami seperti Binatang

Dilansir Tass Russian News Agency, Rabu (2/3/2022), intelijen NATO dituding berpartisipasi menyebarkan berita hoaks seputar konflik Rusia-Ukraina.

Pernyataan ini disampaikan oleh Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

Maria menjelaskan bagaimana berita bohong terus beredar karena adanya campur tangan aktor profesional bukan aktor pribadi atau hacker yang tak memiliki koneksi dan infrastruktur yang memadai.

"Ini sudah pasti melibatkan infrastruktur NATO," ujar Maria.

Maria lalu mengungkit ramainya video di medsos yang menggambarkan konflik di Ukraina.

"Mengingat apa yang terjadi di sana, sudah jelas hal terakhir yang akan dilakukan oleh warga sipil Ukraina adalah merekam video, mengedit, dan menggunakan efek visual lalu mengunggahnya di mana-mana," ujar Maria.

"Ini dilakukan secara profesional dengan mempertimbangkan bagaimana masyarakat luas akan melihatnya. Ini dilakukan secara terkoordinir, menargetkan audiens di seluruh dunia," lanjutnya.

Di sisi lain, sebuah serangan besar dilakukan pasukan militer Rusia pada Selasa (1/3/2022).

Setelah Presiden Rusia Vladimir Putin dituding pemerintah Ukraina melakukan kejahatan perang, sebuah roket menghantam bangunan di pusat Kota Kharkiv.

Serangan ini menghancurkan gedung opera, ruang konser, hingga gedung pemerintahan.

Pada video yang beredar tampak aktivitas di sekitar gedung sedang berlangsung normal.

Sejumlah kendaraan tampak lalu lalang seperti biasa.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaNATOVladimir PutinVolodymyr ZelenskyKharkiv
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved