Konflik Rusia Vs Ukraina
Media Asing Soroti Sikap Indonesia terhadap Konflik Rusia-Ukraina, Singgung Sanksi Global
Pernyataan Indonesia untuk tak ambil peran dalam menjatuhkan sanksi pada Rusia, turut menjadi sorotan.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pernyataan Indonesia untuk tak ambil peran dalam menjatuhkan sanksi pada Rusia, turut menjadi sorotan.
Media Singapura Channel News Asia juga mengutip perkataan juru bicara kementerian luar negeri, Teuku Faizayah.
Selain itu, ditampilkan juga cuitan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diunggah saat Rusia menabuh genderang perang pertama ke Ukraina.
Dalam terbitannya, Channel News Asia memberikan judul 'Indonesia Calls for Negotiation and Diplomacy after Russia Attacks Ukraine, Will Not Impose Sanctions'.
Baca juga: Jadi Target Nomor 1 Rusia, Berikut Profil Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Ternyata Mantan Aktor
Baca juga: Samakan Putin dengan Hitler, Ukraina Sindir Keras Serangan Militer Rusia: Ini Bukan Meme
Dikutip TribunWow.com, Jumat (25/2/2022), artikel tersebut menyematkan pernyataan Kementerian Luar Negeri yang prihatin atas konflik tersebut.
"Indonesia sangat prihatin dengan eskalasi konflik bersenjata di Ukraina yang merupakan ancaman besar bagi keselamatan rakyat dan stabilitas kawasan," kata Teuku Faizayah.
Dalam pernyatannya, Teuku Faizayah juga mengutuk tindakan yang melanggar integritas wilayah dan kedaulatan negara tersebut.
Ia juga mendesak semua pihak memprioritaskan negosiasi dan diplomasi untuk menghentikan konflik, serta mengedepankan resolusi damai.
Meski begitu, Teuku Faizayah menyatakan bahwa Indonesia tak akan memberlakukan sanksi terhadap Rusia seperti yang dilakukan blok Barat.
Sikap netral tersebut diambil dengan pertimbangan tertentu untuk kepentingan domestik Indonesia.
"Kami tidak akan membabi buta mengikuti langkah yang diambil oleh negara lain. Kami akan membuat keputusan berdasarkan kepentingan domestik kami dan (pertimbangan) apakah sanksi akan menyelesaikan apa pun. Kami melihat berkali-kali bahwa sanksi tidak berarti penyelesaian masalah tertentu," kata Teuku Faizayah.
Dalam pemberitaan tersebut, Channel News Asia juga menyebutkan jumlah warga negara Indonesia yang masih berada di Ukraina.
Sebanyak 138 WNI tinggal di Ukraina dan sebagian besar berada di ibukota kiev dan kota pelabuhan Odessa yang diserang Rusia.
Cuitan Jokowi juga disebutkan dalam artikel tersebut.
"Hentikan Perang. Perang membawa penderitaan bagi umat manusia dan membahayakan dunia," cuit Jokowi melalui akun Twitter @jokowi, Kamis (24/2/2022).
Baca juga: Ini Cara AS Serang Putin, Bekukan Aset 1 Triliun Dolar hingga Sengsarakan Keluarga Elite Rusia
Baca juga: Ridwan Kamil Sebut Konflik Rusia-Ukraina Bisa Picu Perang Dunia 3: Dunia Sedang Tidak Baik-baik Saja
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/1-mencuitkan-soal-perang-pada-kamis-2422asi-ke-ukraina.jpg)