Breaking News:

Terkini Daerah

Fakta Kasus Pembunuhan Mahasiswa Unej, Terungkap setelah 9 Tahun hingga Motif Pelaku

Polisi berhasil mengungkap kasus tewasnya Galau Wahyu Utama (20), mahasiswa Universitas Jember (Unej), Bali. Ini faktanya.

Bagus Supriadi/Kompas.com
Pelaku pembunuhan terhadap mahasiswa Unej pada 2013 lalu berhasil ditangkap Polres Jember di Bali. 

TRIBUNWOW.COM - Polisi berhasil mengungkap kasus tewasnya Galau Wahyu Utama (20), mahasiswa Universitas Jember (Unej), Jawa Timur.

Dikutip dari Kompas.com, pembunuh Galau Wahyu Utama diketahui bernama Arif Rachman Hakim (33) warga Dusun Krajan Timur, Kecamatan Jelbuk, Jember.

Dalam menjalankan aksinya, Arif dibantu oleh pelaku lain, yakni Mohammad Rofiki (35) warga Desa Kamal, Kecamatan Arjasa.

Baca juga: Patung Jokowi Naik Motor akan Mejeng di Pintu Sirkuit MotoGP Mandalika, Segini Berat dan Ukurannya

Keduanya membunuh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (Unej) itu pada Selasa 26 Februari 2013 silam.

Berikut fakta lengkapnya:

1. Terungkap 9 Tahun Kemudian

Setelah sembilan tahun berlalu, pelaku Arif berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Jember di Bali pada Senin (21/2/2022).

Pelaku baru tertangkap setelah sembilan tahun berlalu karena beberapa alasan.

“Sebelumnya, penyidik mengalami beberapa kendala, seperti tidak adanya saksi saat peristiwa terjadi di tempat kejadian,” kata kata Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo saat konferensi pers pada Kamis (24/2/2022).

Namun, ada beberapa bukti baru yang didapatkan oleh pihak kepolisian, sehingga kasus pembunuhan tersebut mendapatkan titik terang.

“Sehingga penyidik memiliki keyakinan dan pelaku bisa diamankan di Bali,” tutur dia.

Baca juga: Terkejut akan Kondisi Ukraina, Inggris: Putin Memilih Jalan Pertumpahan Darah dan Kehancuran

2. Tak Saling Kenal

Hery mengaku antara pelaku dan korban tidak saling mengenal sama sekali.

Mereka baru bertemu dengan alasan hendak membeli rumah milik keluarga korban di Kecamatan Kaliwates.

3. Mertua Tuntut Pelaku Punya Mobil

Tersangka Arif mengaku memang ingin menguasai harta benda milik korban.

Karena ada tuntutan dari calon mertua pelaku saat itu.

“Sebab selama ini memandang rendah pelaku karena tidak punya mobil,” ungkap dia.

Bahkan tersangka Arif seringkali diejek oleh calon mertuanya saat itu.

Dia dianggap tidak memliki kemampuan yang lebih secara ekonomi.

Baca juga: Setelit Rekam Pergerakan Tentara Rusia, 190 Ribu Pasukan Siaga Penuh Invasi Perbatasan Ukraina

Dari sana pelaku ingin menunjukkan pada calon mertuanya bahwa yang bersangkutan bisa memiliki pekerjaan dan penghasilan yang bagus.

“Itu dibuktikan dengan memiliki kendaraan Honda Jazz dari pencurian itu,” terang dia.

Hery menambahkan berdasarkan pengakuan tersangka, pelaku sudah merencanakan akan menguasai barang milik korban.

Dia sudah mempersiapkannya dengan cara mencari target.

“Kebetulan di Kaliwates ada rumah dijual, kemudian memprediksi bahwa penjual rumah itu orang kaya dan punya kendaraan,” jelas dia.

Selanjutnya pelaku menghubungi pemilik rumah lalu diajak untuk bertemu.

Setelah itu terjadilah kasus pembunuhan pada mahasiswa semester II di Unej tersebut. (*)

Baca berita lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ditangkap Setelah Bunuh Mahasiswa Unej 9 Tahun Lalu, Motif Pelaku karena Diremehkan Calon Mertua "

Sumber: Kompas.com
Tags:
JemberJawa TimurMahasiswaKasus PembunuhanTewasMotifBali
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved