Ritual di Pantai Payangan
Ritual Maut di Jember, Ini Alasan Polisi Belum Periksa Pimpinan Kelompok Tunggal Jati Nusantara
Pihak kepolisian memastikan bakal memproses kasus tragedi ritual kelompok Tunggal Jati Nusantara yang menewaskan 11 orang di Pantai Payangan, Jember.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
Kronologi Kejadian
Pencarian korban ritual berujung maut di Pantai Payangan, sisi selatan Bukit Samboja, Dusun Watu Ulo, Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, Minggu (13/2/2022). Nur Hasan, sesak napas saat akan diperiksa polisi (TribunJatim.com/Sri Wahyunik)
Menurut Kapolsek Ambulu AKP Ma'ruf, menyebut bahwa ada 24 orang yang ikut rombongan ke Pantai Payangan, Jember itu.
Disebutkan bahwa dari 24 orang yang ikut rombongan, hanya 20 orang yang ikut ritual meditasi di tepi Pantai Payangan.
Mereka tiba pada Sabtu (12/2/2022) pukul 23.30 WIB dan melakukan ritual pada tengah malam.
"Sedangkan yang empat menunggu di atas," kata Ma'ruf.
Keempat orang itu, satu orang sopir yang memang tidak ikut ritual, dan tiga orang petinggi kelompok yang berada kawasan pasir yang lebih atas.
Berdasar informasi di lapangan, para anggota kelompok berdiri menghadap laut ketika ombak cukup tinggi.
"Mereka berdiri di tepi laut, sedangkan kondisi ombak besar," ujar Ma'ruf.
"Saat masih berdiri itulah, ombak besar datang. Waktu kejadian sekitar pukul 00.30 - 01.00 WIB, dini hari tadi," lanjutnya.
Bahkan, dikatakan bahwa juru kunci makam Bukit Samboja, Saladin, sudah mengimbau agar mereka tidak ke tepi pantai karena ombak sedang tinggi.
Akibatnya, orang yang berada di tepi pantai tersapu ombak dan 11 orang dinyatakan tewas.
"Mereka sudah beberapa kali memang. Tadi malam izin juga, saya pesan supaya tidak turun ke dekat laut, karena ombak sedang tinggi," katanya. (TribunWow.com/Afzal Nur Iman)
Artikel ini diolah dari Surya.co.id yang berjudul SOSOK Nurhasan Pimpinan Ritual Maut di Pantai Payangan Jember yang Tewaskan 11 Orang, Obati Sihir, Nur Hasan Sosok Dibalik Ritual Maut Sesak Nafas Saat Diperiksa Polisi, dan Tangis Istri Bripda Febriyan Duwi Pecah, Suami Jadi Korban Ritual Maut di Pantai Payangan Jember