Ritual di Pantai Payangan
Ritual Maut di Jember, Ini Alasan Polisi Belum Periksa Pimpinan Kelompok Tunggal Jati Nusantara
Pihak kepolisian memastikan bakal memproses kasus tragedi ritual kelompok Tunggal Jati Nusantara yang menewaskan 11 orang di Pantai Payangan, Jember.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian memastikan bakal memproses kasus tragedi ritual kelompok Tunggal Jati Nusantara yang menewaskan 11 orang di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur.
Bahkan, Pimpinan Tunggal Jati Nusantara, Nur Hasan (38) langsung menjadi terperiksa dengan status sebagai saksi.
Namun, pihak kepolisian mengabarkan mengalami kendalam dalam melakukan pemeriksaan Nur Hasan.
Baca juga: Istri Muda dan Anak Pimpinan Kelompok Tunggal Jati Nusantara Tewas dalam Ritual Maut di Jember
Baca juga: Pengakuan Anak Korban Tewas di Pantai Payangan, Ritual Seolah Panggil Ombak: Semua Berpakaian Hitam
Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo mengatakan bahwa Nur Hasan mendadak mengalami sesak napas saat hendak diperiksa.
Pihak kepolisian kemudian memutuskan untuk melarikan Nur Hasan ke RSUD dr Soebandi, Jember.
Namun, Hery memastikan bahwa proses hukum bakal terus dilanjutkan.
Kini, sejtidaknya ada 13 orang saksi sudah diperiksa dan Nur Hasan juga bakal ikut diperiska setelah kondisinya memungkinkan.
"Gelar perkara akan dilakukan setelah selesai memeriksa semua saksi," ungkap Hery, Senin (14/2/2022), dikutip dari Surya.co.id.
Saat ini, pihaknya tengah menyelidiki apakah dalam tragedi yang menewaskan 11 orang itu ada pidananya atau tidak.
Sedangkan terkait ajaran kelompok Tunggal Jati Nusantara masih akan dilakukan pendalaman.
Baca juga: Wafat Bersama Suami dalam Ritual Maut di Jember, Sri Disebut Miliki Gelagat Aneh sebelum Tewas
Pasalnya, pengusutan ajaran menyimpang juga perlu melibatkan ahlii terkait seperti tokoh agama dan sesepuh agama.
"Untuk doa-doa yang merujuk pada aliran tertentu, tentu membutuhkan pendalaman. Kemudian kami akan coba gali dari ahli untuk menelusuri kategori aliran ini," pungkasnya.
Nur Hasan sendiri sebelumnya tak banyak dikenal di kalangan tokoh agama.
Hery menyebut bahwa Nur Hasan awalnya dikenal oleh kelompoknya sebagai orang yang bisa mengobati secara spiritual atau paranormal.
"Ini awalnya untuk melakukan pengobatan secara spiritual. Karena yang datang itu ada yang sakit secara fisik dan psikis, sehingga ingin sembuh," katanya.
Kemudian, masyarakat yang percaya kepada kemampuan Nur Hasan menyebarkannya dari mulut ke mulut sehingga muncullah Tunggal Jati Nusantara.
"Kemudian mereka yang sembuh itu memberikan testimoni kepada satu atau dua orang, sehingga kemudian ikut" sambung Hery.