Terkini Daerah
Dilaporkan ke Polisi karena Hukum Murid, Kepsek SMP di Palembang Curiga Korban Dimanfaatkan Oknum
Kepsek SMP swasta di Palembang curiga dirinya dipermainkan oleh oknum seusai dilaporkan gara-gara memberikan hukuman fisik ke seorang muridnya.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Korban Dimanfaatkan Oknum
Seorang siswa SMP swasta di Palembang, Sumatera Selatan inisial H (15) terpaksa harus terbaring lemah di rumah sakit. Ia mengalami sakit di bagian perut dan harus dioperasi diduga usai diberi hukuman oleh kepala sekolahnya.
Faril tak menyebut detail siapa oknum yang mencoba memperkeruh suasana.
"Saya dengar dari Pak Kepala Dinas, ada yang minta beliau untuk menekan supaya saya ini dipanggil dan dimediasi."
"Itu oknum mengatasnamakan LSM. Saya juga ditelepon oleh oknum mengatasnamakan LSM juga, menekan saya."
"Saya tanya, substansinya apa sehingga jadilah seperti ini kabar yang beredar," jelas Faril.
Sementara itu kuasa hukum Faril, Welly Anggara mencurigai ada yang memanfaatkan korban yang sudah lama menderita penyakit.
Ia menilai ada dugaan unsur eksploitasi anak dan dugaan upaya pemerasan.
"Paling penting, memang kami melihat ada dugaan unsur eksploitasi anak. Dikarenakan anak yang sudah sakit lama, malah dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu baik itu pribadi atau pihak-pihak tertentu," ujar Welly, Sabtu (12/2/2022).
Welly menyampaikan, tidak ada bukti bahwa kliennya itu bersalah.
"Apabila tidak ada itikad baik dari pihak-pihak itu, pasti akan kami tempuh jalur hukum ke depannya," ujar dia.
Akui Injak Muridnya
Faril berdalih, hukuman ia berikan gara-gara HN dan lima siswa lain kepergok bolos saat jam sekolah.
"Mereka kedapatan bolos ke taman dekat sekolah. Jaraknya sekitar 500 meter dari sekolah, makanya saya hukum push up," terang Faril, Sabtu (12/2/2022).
"Memang saya bilangnya ke mereka harus 100 kali push up. Tapi pelaksanaannya tidak sampai segitu, semampu mereka saja. Ada yang sepuluh, ada yang sebelas kali."
"Hanya sekitar itu, tidak mungkin saya paksakan sampai 100 kali. Saya juga tahu batasannya," kata Faril.
Faril juga mengakui dirinya sempat menginjak bokong para siswa yang ia hukum untuk membetulkan postur pushup.
"Memang ada saya injak, tapi dengan terukur. Itu di bagian bokong, satu kali. Enam-enamnya dapat semua," kata Faril.
Menurut keterangan Faril, hukuman itu ia berikan pada 16 November 2021 lalu.
Sedangkan HN baru menjalani operasi pada 9 Januari 2022.
Faril menduga ada oknum yang ingin memperkeruh suasana.
Kronologi Versi Keluarga Korban
Sementara itu kakak HN yakni L (17) menjelaskan bahwa hukuman itu terjadi karena adiknya saat itu telat gara-gara mampir beli masker.
"Kejadiannya bulan November 2021 lalu. Waktu dia masuk sekolah lupa beli masker, jadi beli masker dulu kemudian saat datang ke sekolah rupanya sudah telat. Ada kepala sekolahnya nunggu, adik saya dihukum sama empat siswa lain disuruh push up 100 kali," kata L, Jumat (11/2/2022).
HN yang menderita penyakit maag sempat izin berhenti karena tidak kuat lagi seusai pushup beberapa kali.
"Adik sudah tidak kuat lagi tapi dipaksa sampai seratus kali push up, kemudian bagian belakang tubuhnya diinjak oleh kepala sekolahnya waktu itu, " ujar L.
L menjelaskan, rasa sakit dari hukuman tersebut semakin lama semakin bertambah parah.
"Dia ini luka campur sakit di perutnya usai kejadian itu makanya dia langsung di operasi, ini ususnya luka ususnya keluar. Kondisinya sangat parah dan dirawat di RSUD Bari. Kami sudah buat laporan di Polrestabes Palembang," pungkas L. (TribunWow.com/Anung)
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Pengakuan Kepsek SMP di Palembang Disebut Lakukan Kekerasan ke Siswa Angkat bicara, Dugaan Penganiayaan Oknum Kepsek, Kuasa Hukum: Ada Dugaan Pemerasan dan Eksploitasi Anak dan Tak Sanggup Pushup, Siswa SMP di Palembang Diduga Dianiaya Oknum Kepsek, Terpaksa Operasi Perut