Breaking News:

Terkini Daerah

Pengakuan Pemuda yang Viral Pukuli Petugas PLN di Bantul: Cuma Nunggak Januari

Polres Bantul menyatakan sudah mengamankan seorang pria berinisial AFS (19) yang viral menganiaya petugas PLN. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
Tribun Jogja/Istimewa
Potret pelaku pemukulan petugas PLN yang terekam video amatir dan viral di media sosial, Minggu (6/2/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Polres Bantul menyatakan sudah mengamankan seorang pria berinisial AFS (19) yang viral menganiaya petugas PLN

AFS, mengaku emosi karena tak terima jika meteran listriknya dicopot oleh petugas PLN.

Kanit Reskrim Polsek Kasihan Iptu Madiono, menyebut bahwa kejadian itu dilaporkan pihak PLN pada Rabu (2/2/2022). 

Baca juga: Pengakuan Petugas PLN yang Diludahi saat Minta Tagihan Listrik: Yang Dilontarkan Isi Kebun Binatang

Baca juga: Selain Ludahi Petugas PLN, Reza Juga Bersikap Kasar hingga Lempari Batu saat Ditagih Bayaran Listrik

Kejadian itu sendiri terjadi di Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Bantul, Yogyakarta, ketika seorang petugas menjalankan tugasnya mencopot meteran listrik.

"(Yang dilaporkan) satu orang, itu kan yang mukul satu orang, yang lain kan belum sempat mukul. Ya nanti (lihat) hasil penyidikan, (masih) menunggu keterangan saksi," ujarnya, dikutip dari Tribun Jogja. 

Dihadirkan dalam rilis di Mapolres Bantul, AFS sendiri mengaku emosi lantaran meteran listrinya dicabut. 

Terlebih, petugas itu tak mau menunjukkan surat tugasnya kepada dirinya. 

"Kemarin itu saya meminta (petugas) untuk menunjukkan surat tugas tapi tidak mau menunjukkan. (Lalu) Memukul dan menendang," ucap AFS, di Mapolres Bantul Minggu (6/2/2022), dikutip dari Kompas.com.

"Ya itu (emosi) tidak mau menunjukkan surat tugas dan meteran sudah terlanjur dicopot," kata AFS.

Dirinya mengakui bahwa memiliki tunggakan pembayaran listrik. 

Baca juga: Pengakuan Pria yang Ludahi Wanita Petugas PLN saat Diminta Bayar Listrik: Saya Salah, Tersulut Emosi

Namun, berbeda dengan pengakuan pihak PLN, AFS mengaku hanya menunggak di bulan Januari dan belum menerima peringatan. 

"Iya (nunggak) dari bulan Januari. Tapi, kalau itu (surat peringatan) kurang tahu," ucap dia.

Halaman
Sumber: Tribun Jogja
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved