Viral Medsos
Viral Kisah Mahasiswi Indonesia Kerja Paruh Waktu Jadi Petani di Jepang, Digaji Rp 1,3 Juta per Hari
Viral kisah seorang mahasiswi asal Indonesia kerja paruh waktu jadi petani di Jepang. Menerima gaji sekitar 10 ribu Yen atau Rp 1,3 juta per hari.
Editor: Rekarinta Vintoko
Tak sendirian, Putrie juga ditemani beberapa mahasiswa asal Indonesia lainnya.
Cerita Putrie dan teman-temannya bekerja jadi petani ini sampai masuk ke koran Jepang pada saat itu.
Dapet Gaji yang Sama di Perusahaan Tempat Magang
Selain kerja menjadi petani, Putrie juga membagikan kisahnya mengikuti magang di perusahaan jamur di Jepang, yang berlokasi di kota Gosen, Niigata, Jepang.
Ia belajar banyak hal tentang pertanian di perusahaan tersebut selama 10 bulan.
Tak hanya ilmu dan pengalaman, Putrie juga mendapatkan bayaran yang hampir sama, sekitar 10 ribu Yen atau Rp 1,3 juta setiap harinya.
Per harinya waktu kerja Putrie sekitar 8 jam.
"Jadi di perusahaan itu ada beberapa divisi dan kita coba semuanya, terus belajar tentang jamur, belajar bahasa juga di sana," kata dia.
"800 Yen per jam. Kalau ada lembur harian ditambah 25 persen itu maksimal satu hari 11 jam dan kalau lembur di hari libur dapet tambahan 35 persen dari gaji biasanya."
"Sehari sekitar 10 ribu Yen jadi perbulannya bisa hitung sendiri, hari kerja 19-24 hari."
"Di perusahaan jamur atau part-time jadi petani gajinya sama aja," cerita dia.
Baca juga: Viral Sosok Pria Jadi Dirigen Lagu Indonesia Raya, Dianggap Berlebihan hingga Bikin Klarifikasi
Putrie menjelaskan kisaran gaji yang ia dapatkan itu sangat cukup untuk biaya hidupnya di sana.
Ia bahkan masih bisa menyisakan beberapa gajinya untuk ditabung.
"Cukup banget, udah bayar rumah, makan, skin care, liburan, belanja tapi tetep bisa nabung banyak," ucap dia.
Dari videonya yang viral itu, Putrie berpesan agar mahasiswa Indonesia lainnya tidak perlu takut untuk belajar atau bekerja di luar negeri.