Terkini Daerah
Kabareskrim Sebut Bupati Langkat Manfaatkan Kekuatan Ormas untuk Pekerjakan Penghuni Kerangkeng
Agus mendesak agar Polda Sumut bisa segera mengungkap berbagai perkara terkait kerangkeng manusia milik Bupati Langkat itu.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
Eks-Penghuni Mengaku Bersyukur Dikerangkeng
Diduga kerangkeng manusia di dalam rumah Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin-angin, yang digunakan untuk modus perbudakan pekerja sawit. Gambar tersebut dilaporkan oleh Migrant Care ke Komnas HAM, Senin (24/1/2022). (Kompas.com/Istimewa)
Soal kerangkeng manusia ini memang masih menjadi polemik terutama di warga sekitar.
Sejumlah warga dan beberapa mantan penghuni mengaku bahwa kerangkeng manusia itu layak dan berdampak positif.
Misalnya, kata mantan penghuni kerangkeng bernama Suparman Perangin-angin yang kini dipercaya sebagai pengawas kerangkeng milik sang bupati.
Dilansir TribunWow.com, Suparman mengaku tak terima saat Terbit disebut melakukan perbudakan modern.
Ia bahkan mengaku menangis melihat pemberitaan di media yang menyebut Terbit menyiksa para tahanan.
Hal itu diungkapkan Suparman dalam acara AIMAN yang diunggah dalam kanal YouTube Kompas TV, Rabu (2/2/2022).
Menurut Suparman, Terbit menjamin kesehatan para tahanan.
"(Kalau ada yang sakit) kita bawa ke klinik yang ada di dekat sini," ujar Suparman.
"Kalau yang namanya demam kan biasa, kalau sudah dimasukkin lagi ke sini (penjara)."
"Pecandu narkoba kalau enggak ditahan, berkeliaran, gimana sembuhnya?," lanjutnya.
Suparman lantas menunjukkan kondisi di dalam kerangkeng manusia di rumah sang bupati.
Meski terlihat tak begitu luas, kata dia, kerangkeng tersebut bisa memuat paling banyak 50 tahanan.
"Di bawah pun bisa tidur, jadi dilapisi karpet. Maksimal 50 orang," jelasnya.
"Kalau sudah penuh ya tidak terima."
Lebih lanjut, Suparman membantah jika para tahanan dipekerjakan tanpa gaji di kebun kelapa sawit milik Terbit.
Justru, kata Suparman, para tahanan diberi pembinaan sesuai keahlian.
Hal itu pula yang dulu dirasakan Suparman.
"Dia dibina berdasarkan keahlian mereka. Misalkan dia dulu punya bengkel, kalau memang memungkinkan ya diberi keahlian," jelasnya.
"Saya dulu sekolah di akademi perawat, lantaran jahat orangtua tidak sanggup lagi."
Suparman mengaku kehidupannya kini jauh lebih baik seusai keluar dari kerangkeng milik Terbit.
Dulu, Suparman yang merupakan penjudi bahkan nyaris kehilangan keluarganya.
Karena itu, dia menangis mendengar pemberitaan yang mengatakan bahwa ada perbudakan modern di sana.
"Keluarga sudah saya tinggalkan, tapi sekarang sudah balik sama istri setelah keluar dari sini," ucap Suparman.
"Dulu judi dadu, sudah habis satu Innova baru."
Simak videonya sejak menit ke-2.00:
(TribunWow.com/Afzal Nur Iman)
Artikel ini diolah dari Tribun Medan yang berjudul PEKERJAKAN Warga yang Dikerangkeng, Kabareskrim Sebut Bupati Langkat Dibantu Kekuatan Ormas dan Kabareskrim Perintahkan Polda Sumut Usut Tuntas Kematian Orang di Kerangkeng Bupati Terbit Rencana