Terkini Daerah
Wajahnya Dilakban hingga Tewas Sesak, Pria di Bekasi Diam Takut Melawan Temannya yang Jagoan Sekolah
AY (19) hanya diam tak berani melawan ketika wajahnya dilakban oleh temannya sendiri hingga ia akhirnya tewas karena sesak tak bisa bernapas.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Takut Tersangka yang Jagoan
Polisi hadirkan pelaku, Tegar (20) dalam rilis pembunuhan pria yang diikat tali di Bekasi, Jawa Barat digelar di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (26/1/2022). (Wartakotalive.com/Desy Selviany)
Tersangka diketahui sudah merencanakan aksi pembunuhan korban.
Awalnya tersangka menyuruh saksi MG untuk memanggil AY datang ke tempat kejadian perkara (TKP) yang tak lain adalah rumah MG.
"Tersangka meminta saksi untuk menghubungi korban melalui pesan singkat di media sosial atau Whatsapp," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (26/1/2022).
Sesampainya di TKP, tersangka meminta rekan saksi untuk membelikan tali rapia dan lakban.
Kemudian tersangka mengajak korban ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, tersangka mulai mengikat tangan korban dan melakban wajah korban hingga menutupi hidung dan mulut.
Korban pada saat itu hanya diam tak berani melawan.
"Korban takut kepada tersangka. Tersangka dari zaman sekolah sudah dikenal jagoan. Jadi di bawah tekanan dan intimidasi menurut saja," ungkap Kombes Zulpan.
Korban ditinggal di dalam kamar mandi dalam kondisi terikat sekira 30 menit.
"Setelah itu tersangka menghampiri korban lagi, ternyata korban sudah dalam posisi terjatuh dan tidak bernyawa," kata Kombes Zulpan.
Berdasarkan hasil autopsi, korban meninggal karena penyumbatan jalan napas.
Tak Ajak Tersangka Cari Kerja
Tegar dan AY diketahui merupakan teman yang berasal dari sekolah menengah kejuruan (SMK) yang sama.
"Tersangka dalam melakukan aksinya didasari perasaan sakit hati terhadap korban, karena korban merupakan teman SMK tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, Rabu (26/1/2022).
Pelaku sakit hati ketika hanya dirinya yang menganggur seusai tak diajak melamar kerja oleh korban.
"Korban sudah mendapat pekerjaan, membuat tersangka sakit hati, kenapa pada saat melamar pekerjaan di salah satu pabrik swasta tidak mengajak tersangka," ujar Kombes Zulpan.
Tersangka lalu menyusun rencana untuk membunuh korban.
Tegar kini ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.
"Tim Reskrim Polres Bekasi Kota dibantu Resmob Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap tersangka pada 26 Januari 2022 pukul 01.00 WIB," kata Kombes Zulpan.
Hanya Sekadar Bercanda
Sebelumnya diberitakan, setelah pembunuhan terjadi, keluarga terduga pelaku diketahui sempat datang menemui keluarga korban untuk memberikan penjelasan.
Fakta ini disampaikan oleh kakak kandung korban AN (43).
Ketika mendatangi keluarga korban, keluarga pelaku berdalih apa yang dilakukan oleh Tegar yakni mengikat korban hanya bercanda saja.
"Keluarga pelaku itu datangnya malam setelah Maghrib dan itu berbicara meminta maaf kalau ini hanya sekedar bercanda, bahasa anak sekarang nge-prank ya," kata AN, Rabu (26/1/2022).
Diketahui korban dan terduga pelaku sudah berteman sejak keduanya duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Keluarga korban mengaku tidak mengetahui apakah AY dan Tegar saling berselisih.
"Kalau untuk perselisihan (dengan terduga pelaku) adik saya polos," tegas AN.
"Kalau untuk motif, mohon maaf kita juga nggak tau, (dugaan perselisihan asmara) Dia (korban) nggak pernah cerita," paparnya.
Bocah 13 Tahun Jadi Saksi Mata
MG, seorang bocah berusia 13 tahun diduga kuat tak sadar saat dirinya sedang bermain ponsel di rumah, dalam waktu yang bersamaan terjadi aksi pembunuhan terhadap pemuda berinisial AY (19).
Kejadian ini terjadi di Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/1/2022).
Korban ditemukan tewas dalam kondisi terikat di dalam kamar mandi rumah milik MG.
Dikutip dari TribunJakarta.com, saat kejadian, ayah dan ibu MG sedang pergi bekerja.
Di tempat kejadian perkara (TKP) hanya ada MG, Tegar (20) yang merupakan terduga pelaku, dan satu teman MG.
MG bercerita, awalnya ia melihat Tegar sempat pergi ke luar kemudian kembali ke TKP membawa AY.
Tegar lalu meminta teman MG yang sedang bermain ponsel untuk membeli tali rafia di warung.
"Nah abis itu temannya datang (AY korban), enggak lama teman saya langsung disuruh beli tali sama dikasih pinjem HP (Ponsel)," ucap MG, Senin (24/1/2022).
Setelah dibelikan tali, Tegar dan AY masuk ke dalam kamar mandi, sementara itu MG dan temannya sibuk bermain ponsel di ruang depan rumah.
MG mengaku tak mendengar ada suara gaduh dari kamar mandi.
Hingga akhirnya MG yang ingin buang air kecil menemukan AY di kamar mandi dalam kondisi tak sadar, posisi sujud serta tangan dan kaki terikat.
MG mengaku sempat meminta Tegar agar melepaskan ikatan di tubuh korban.
"Abis itu saya suruh Tegar lepasin "Gar lepas kasian" terus pas saya lihat lagi mulutnya udah ketutup pakai isolasi warna item," terangnya.
Saat ikatan dilepaskan, korban sudah dalam kondisi tak sadarkan diri.
Terduga pelaku kemudian meminta kepada MG agar memanggil warga setempat.
Ketika warga datang, Tegar dan saksi mata yakni MG tidak menceritakan bahwa korban ditemukan dalam kondisi terikat.
"Bilangnya si korban jatuh kita enggak ada yang curiga waktu itu karena posisi dapur saya juga agak kebawah mungkin beneran jatuh kena tangga gak kepikiran seperti itu (dugaan dibunuh)," ungkap orangtua MG.
Sehari setelah kejadian, MG baru berani mengatakan apa yang terjadi.
"Pada saat jenazah dievakuasi anak saya diancam jangan bilang siapa-siapa, kalau ada yang nanya kenapa? bilang aja jatuh," ungkap oranguta MG.
Keluarga korban kini telah melaporkan Tegar kepada pihak kepolisian pada Sabtu (22/1/2022).
Sedangkan terduga pelaku diketahui telah melarikan diri.
Jejaknya terakhir terlihat oleh warga setempat pada, Kamis (20/1/2022).
Pihak kepolisian menyampaikan telah memeriksa sejumlah saksi.
"Laporan sudah diterima, proses penyelidikan sudah berjalan," kata Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Alexander Yurikho kepada wartawan, Senin (24/1/2022).
MG selaku saksi kunci juga telah diperiksa oleh pihak kepolisian.
"Udah diperiksa Kemari hari Sabtu malam Minggu (22/1/2022), sampai subuh diperiksa, total ada delapan orang yang diperiksa," ungkap Kompol Alexander. (TribunWow.com/Anung)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Pemuda Tewas Terikat di Kamar Mandi, Gelagat Mencurigakan Sang Teman Lihat Korban Tak Sadarkan Diri, Pengakuan Kakak Korban Saat Ditemui Keluarga Pelaku, Anggap Ikat Tangan dan Lakban Mulut Cuma Prank dan Sakit Hati Tak Diajak Melamar Kerja Buat TAW Tega Habisi Nyawa Teman Sekolah di Kamar Mandi