Breaking News:

Virus Corona

Ada 725 Kasus Covid-19 Omicron di Jakarta, Ini 3 Gelaja yang Sering Dialami Pasien Indonesia

Kasus Covid-19 varian Omicron di DKI Jakarta mencapai 725 kasus per Sabtu (15/1/2021).

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Mohamad Yoenus
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
Ilustrasi Omicron. Kenali gejala dan cara pencegahannya terkait varian Omicron yang sudah terdeteksi di Indonesia. 

TRIBUNWOW.COM - Kasus Covid-19 varian Omicron di DKI Jakarta mencapai 725 kasus per Sabtu (15/1/2021).

Dari 725 kasus, belum ada pasien yang dilaporkan mengalami gejala berat atau sampai meninggal dunia. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam diskusi Polemik Trijaya, Sabtu (15/1/2022).

Baca juga: Daftar Gejala Varian Omicron yang Perlu Diwaspadai, Mulai dari Batuk, Pilek hingga Demam

Baca juga: Tak Hanya Demam, Mual, Batuk, dan Pilek, Inilah 21 Gejala Virus Corona Omicron yang Harus Diwaspadai

"Data yang kami dapatkan sampai pagi ini sudah terlaporkan ada 725 kasus positif Omicron, di mana 75 persen adalah PPLN sebanyak 545 dan 180 adalah transmisi lokal atau 24,8 persen," katanya, dikutip dari Tribunnews.com.

Kemudian, disampaikan bahwa mayoritas yang dikonfirmasi positif Omicron adalah pasien di usia produktif. 

Hal itu diduga dari tingginya mobilitas dibanding dengan rentang usia lainnya. 

Dalam catatan Dinkes DKI, hingga kini belum ada yang dilaporkan mengalami sakit parah akibat virus yang disebut bisa menular dengan cepat itu. 

"Sebagian besar hampir 95 persen itu tanpa gejala, lain-lainnya gejala ringan. Sampai dengan sekarang tidak ada yang berat maupun sampai wafat belum ada untuk kasus Omicron," tegas Widyastuti.

Meski begitu, peningkatan kasus Covid-19 juga dinilai telah berpengaruh dengan keterisian rumah sakit di DKI. 

Hal itu pernah terjadi ketika Indonesia diserang gelombang Covid-19 varian Delta. 

Baca juga: Mulai dari Batuk, Pilek hingga Demam, Berikut 21 Gejala Varian Omicron yang Perlu Diwaspadai

Saat itu. disebutkan bahwa Jakarta menjadi provinsi dengan keterisian rumah sakit yang paling tinggi. 

Di tahun lalu, DKI Jakarta membuka khusus 13 ribu tempat tidur untuk pasien Covid-19. 

"Pada saat kasus itu sangat kuat meningkat, saat varian Delta. Menguat kemudian ada 102 rumah sakit yang sudah kita SK melalui Kementerian Kesehatan dan gubernur siap membantu," ungkapnya.

Namun, ketika kasus meningkat dengan cepat, diperkirakan ada 140 rumah sakit yang ikut menerima pasien Covid-19 dari 195 rumah sakit yang ada di Jakarta

Kini, ketika kasus sudah sempar menurun, di Jakarta baru menyediakan 5.000 tempat tidur untuk pasien Covid-19. 

"Nah kondisi saat ini, kapasitas tempat tidur di kita ada sekitar 5000-6000. Tingkat keterisiannya pada angka 12 persen. Jadi tempat tidur belum maksimal, baru kita buka 5000 ribu, terisi 12-15 persen," pungkasnya. 

Halaman
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Virus CoronaJakartaOmicronCovidIndonesia
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved