Breaking News:

Terkini Daerah

Kronologi Video Viral Pria Tendang Sesajen di Gunung Semeru, Ternyata Baru 2 Hari Jadi Relawan

Direktur Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Kombes Pol Totok Suharyanto membeberkan kronologi HF (41) menendang sesajen di Gunung Merbabu, Lumajang.

Kolase TribunJogja.com
Tangkap layar video viral seorang pria tendang sesajen di kawasan erupsi Gunung Semeru. 

TRIBUNWOW.COM - Direktur Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Kombes Pol Totok Suharyanto membeberkan kronologi HF (41) menendang sesajen di Gunung Merbabu, Lumajang.

Dilansir TribunWow.com, Totok menyebut HF dalam kondisi sadar saat menendang sesajen tersebut.

Bahkan, HF meminta seorang teman memvideokannya lalu mengirim rekaman tersebut ke grup WhatsApp.

Menurut Totok, HF merupakan relawan dalam bencana erupsi Gunung Merbabu.

Baca juga: HF Tersangka Tendang Sesajen Gunung Semeru, Pengacara Minta Penyebar Video Diusut, Ini Alasannya

Baca juga: Berprofesi sebagai Ustaz, HF Disebut Bikin Video Tendang Sesajen di Semeru untuk WAG Kajian Ibu-Ibu 

Saat keajdian, HF baru dua hari menjadi relawan.

"Jadi yang bersangkutan sebetulnya sudah dua hari di Lumajang sebagai relawan, lalu pada saat hari kedua yang bersangkutan jalan ke atas ke lokasi lahar yang terdampak di daerah tersebut," ungkap Totok, dikutip dari Surya.co.id. Jumat (14/1/2022).

"Yang bersangkutan menemukan sesajen, dari situ dia memanggil temannya sesama relawan untuk memvideokan konten tersebut."

Totok melanjutkan, HF sengaja menendang sesajen karena merasa hal tersebut tak seusai dengan keyakinannya.

HF pun disebutnya baru pertama kali melakukan tindakan tersebut.

"Ini pertama kali melakukan tindakan itu karena faktor keyakinan agama yang dia anut bahwa itu (memberi sesajen, red) hal-hal yang menurut dia tidak dibenarkan oleh keyakinannya," ungkapnya.

"Alasannya spontan, tapi kami masih terus pendalaman terkait apa yang dilakukan yang bersangkutan."

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved