Breaking News:

Terkini Daerah

Kronologi 2 Guru di Medan Hina Siswi SMP Bodoh dan Miskin, DPRD hingga Bobby Nasution Turun Tangan

Pasalnya, guru dianggap pendidik yang seharusnya mengerti bahwa tidak ada siswa yang boleh dikatakan bodoh. 

Tribun Medan/Istimewa
Mediasi kasus penghinaan siswi SMP oleh gurunya di SMPN 28 Medan, Selasa (11/1/2022). Meski sudah mediasi, penghinaan tetap berulang terjadi. 

TRIBUNWOW.COM - Wali Kota Medan Bobby Nasution ikut menyoroti kasus penghinaan terhadap siswi SMP yang dilakukan oleh dua gurunya sendiri di Medan, Sumatera Utara

Kedua guru itu disebut akan dipanggil dan diberikan peringatan. 

"Akan kita panggil, kita beri peringatan karena itu guru ASN bukan guru honorer. Kita berikan teguran kepada pelakunya dalam hal ini gurunya," katanya di Balaikota Medan pada Kamis (13/1/2022), dikutip dari Tribun Medan.

Baca juga: Viral Bidan Puskesmas Diduga Hina Ibu Hamil, Sanksi Terberat Pencabutan STR, Ini Kata Dinkes DKI

Baca juga: MUI Minta Polri Ciduk YouTuber Muhammad Kece: Kalau Tidak Berarti Polisi Membiarkan Orang Hina Agama

Bobby menyayangkan bahwa penghinaan itu dilakukan oleh oknum guru. 

Pasalnya, guru dianggap pendidik yang seharusnya mengerti bahwa tidak ada siswa yang boleh dikatakan bodoh. 

"Makanya saya bilang guru itu harus paham bukan hanya nilai bagus terus anak itu bagus, itu memang salah satu point, tapi attitude di sekolah itu juga perlu diperhatikan," kata dia. 

Korban adalah IP, murid kelas IX di SMPN 28 Medan

Penghinaan itu disebut karena IP belum membayar uang sekolah dan uang buku. 

Menyoroti hal itu, Bobbya juga menitik beratkan bila seorang guru harus bisa menjadi contoh bagi siswanya, terutama dalam berperilaku.

"Kita akan panggil gurunya, guru inikan bukan hanya mendidik di bidang ilmu pengetahuan tapi attitude itu juga diajarkan oleh guru di sekolah," katanya.

Baca juga: Dokter Tirta Ungkap Deretan Kontroversi dr Lois Owien, Penghinaan hingga Penyesatan Obat dan Vitamin

"Karena orang tua kita menitipkan kita di sekolah itu bukan hanya agar pintar pelajaran tapi juga pintar dalam bergaul, pintar dalam mengatur emosional, juga pintar dalam bidang-bidang yang lain jadi guru itu bukan hanya pintar dalam bidang keilmuan saja, tapi semua aspek juga harus bisa dinilai," ungkapnya.

Karena itu, dirinya memastikan akan memanggil dua guru itu besera dengan kepala sekolahnya.

Di sana dia akan mengklarifikasi terkait penghinaan itu dan juga memberikan teguran kepada guru itu. 

Halaman
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved