Terkini Daerah
Buka-bukaan soal Luka Korban Tabrak Lari di Nagreg, dr Hastry: Masih Bernapas Waktu Dibuang
Ahli forensik Polri yang terkenal akan kepiawaiannya, dr. Hastry menjelaskan soal hasil autopsi korban tabrak lari di Nagreg.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
Dikutip dari TribunJabar.id, sejauh ini sudah ada 10 saksi yang diperiksa oleh pihak kepolisian.
"Saat ini, kami sudah melakukan rangkaian penyelidikan dan penyidikan mengumpulkan alat bukti," kata Kasat Reskrim Polresta Bandung, AKP Bimantoro, Selasa (21/12/2021).
10 saksi yang diperiksa di antaranya adalah keluarga korban dan saksi di TKP.
"Ciri pelaku sudah kami dapat dari keterangan saksi, dan petunjuk lain, ya saat ini kita sedang fokus mengumpulkan alat bukti," ucapnya.
Untuk mencari pelaku, Polda Jawa Barat dan Polda Jawa Tengah ikut turun tangan membantu.
Sebelumnya berdasarkan keterangan saksi berinisial SI (25), pelaku diduga kuat bukan orang dari sekitar TKP.
SI sendiri melihat proses para pelaku membawa kabur jasad korban.
"Ada tiga orang, penampilannya rapi seperti orang yang sedang berdinas, nada bicaranya bukan orang sini (Sunda)," ujar S.
Menurut penjelasan S, ketiga pelaku itu memiliki peran berbeda, dua orang mengangkat korban ke dalam mobil, sedangkan satu orang memerintahkan agar kedua korban dibawa ke rumah sakit.
Diketahui, korban pertama yakni Handi ditemukan di Sungai Serayu wilayah Banyumas sedangkan Salsabila ditemukan di Sungai Serayu wilayah Cilacap.
Dikutip dari TribunJabar.id, keduanya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Saat ditemukan, kedua jasad korban tidak memiliki identitas apapun sehingga pihak kepolisian melakukan autopsi pada Senin (13/12/2021).
"Setelah dilakukan autopsi, jenazah dimakamkan di pemakaman Desa Banjarparakan Rawalo," ucap Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry, Sabtu (18/12/2021).
Sementara itu keluarga korban baru datang ke Polresta Banyumas pada Jumat (17/12/2021) untuk mengonfirmasi identitas kedua jasad tersebut.
"Setelah penyidik menunjukkan foto gigi, pakaian dan barang-barang yang dikenakan, orangtua korban mengakui atau meyakini mayat yang ditemukan di Sungai Serayu merupakan anaknya (Handi Harisaputra)," ujar Kompol Berry.