Terkini Daerah
Viral Pria di Pinrang Ngaku Jadi Joki Vaksin, Minum Air Kelapa untuk Antisipasi Efek Samping
Viral di media sosial sebuah video berisi pengakuan seorang pria yang mengaku-ngaku bekerja sebagai joki vaksin Covid-19 dan telah disuntik 16 kali.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Pria bernama Abdul Rahim viral di media sosial (medsos) gara-gara pengakuannya yang mengatakan telah mendapat 16 kali suntikan vaksin Covid-19.
Abdul yang merupakan warga BTN Cahaya 3 Berlian, Kelurahan Bentengnge, Watang Sawitto, Pinrang, Sulawesi Selatan mengaku telah menjadi joki vaksin Covid-19 bagi warga yang enggan menerima suntikan vaksin.
Berdasarkan pengakuan Abdul, dirinya tidak pernah sekalipun tertangkap petugas atau merasakan efek samping dari suntikan vaksin Covid-19.
Baca juga: Berbagai Upaya Sembunyikan Jasad Korban, Pelaku Pembunuhan di Aceh Justru Terungkap Gegara Hal Ini
Baca juga: Sosok Pria yang Ngaku Jadi Joki Vaksin Covid-19, Sudah Disuntik 16 Kali dan Dibayar Rp 800 Ribu
Dikutip dair Tribunnews.com, belasan suntikan yang diterima Abdul diketahui terjadi dalam kurun waktu tiga bulan.
Ketika beraksi, Abdul mengaku hanya membawa fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dari orang yang memesan jasa joki.
"Bawa fotocopy KTP orang yang mau divaksin. Kemudian tunggu petugas panggil nama," beber Abdul, Selasa (21/12/2021).
Abdul mengatakan, meskipun foto di KTP berbeda-beda, dirinya tidak pernah dicurigai.
"Kadang pakai masker kadang juga tidak," ucapnya.
Dalam sehari saat bekerja jadi joki, Abdul mengklaim bisa mendapat dua hingga paling banyak tiga kali disuntik vaksin.
Kendati demikian, Abdul mengaku tidak merasakan efek apapun dari suntikan tersebut.
Ia mengaku telah mengantisipasi efek samping vaksin dengan cara menenggak air kelapa.
"Saya minum air kelapa sebelum dan sesudah divaksin," tutur Abdul.
Abdul bercerita, para orang yang memesan jasanya kini telah mendapatkan kartu vaksin.
Dirinya mengaku diupah Rp 100 ribu hingga Rp 800 ribu setiap menjadi joki.
"Untuk kebutuhan sehari-hari karena saya buruh bangunan. Kalau ada yang panggil saya pergi," imbuhnya.