Terkini Daerah
Kesaksian Santriwati Korban Rudapaksa Guru Pesantren, Baju Disobek Pelaku Gara-gara Menolak
Selama 1,5 tahun, seorang santriwati menyembunyikan fakta dirinya telah mempunyai anak dari kedua orangtuanya.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
"Lalu beberapa hari kemudian dia (korban) diajak ke kantor apa saya kurang paham," kata YY.
"Nah, di situ kata anak saya diajak ke hotel," ungkapnya.
Seusai mengalami pencabulan, putri YY berubah menjadi pendiam dan selalu murung.
"Sakitnya orang tua sakitnya anak, sampe sekarang aja anak saya itu ga mau sekolah, putus sekolah," ujar YY.
YY kini berharap agar tersangka diberikan hukuman berat yakni kebiri.
Selain marah, YY mengakui sempat ingin membunuh tersangka.
"Saya marah, geram. Waktu itu dini hari saya mendengar kenyataan pahit itu, istri saya saat itu pun sampai kejang-kejang selama dua jam."
"Kalau waktu itu saja istri saya meninggal karena kejang-kejang akibat mengetahui anak saya jadi korban, saya tidak akan segan untuk bunuh dia," ungkap YY.
Bisikan Misterius
Pihak pengacara korban, Yudi Kurnia, menyampaikan hal yang bisa dibilang aneh dalam kasus ini.
Itu adalah adanya bisikan misterius yang diberikan pelaku kepada korban.
Bahkan, bisikan misterius itu bisa membuat korban luluh kepada pelaku.
"Kalau menurut keterangan dari anak-anak. Mereka itu awalnya menolak, tapi setelah si pelaku itu memberikan bisikan di telinga, korban jadi mau. Ada bisikan ke telinga korban dari pelaku setiap mau melakukan itu," ujar Yudi Kurnia saat di wawancarai LBH Serikat Petani Pasundan, Jumat (10/12/2021), dikutip dari Tribun Jabar.
Baca juga: Viral Wanita Buat Skripsi soal Perselingkuhan Berawal dari Kisah Sendiri, Ini Cerita di Baliknya
Menurut pengakuan korban, bisikan itu disampaikan di dekat telinga korban.
Namun, korban sendiri tidak mengetahui apa yang disampaikan oleh pelaku dan hingga kini masih menjadi misteri.