Breaking News:

Terkini Daerah

Sosok Bripda Tazkia Nabila, Polwan yang Dipukul Oknum Tentara di Palangkaraya, Anak Perwira TNI

Usai mendapat sorotan, korban yang bernama Bripda Tazkia Nabila, ternyata diketahui merupakan keluarga besar TNI. 

Tribun Palangkaraya/Pangkan
Jumpa pers Korem 102 Panju Panjung dan Polda Kalteng membahas kejadian oknum anggota TNI Batalyon Raider 631 Antang Palangkaraya yang diduga memukul Polwan Polda Kalteng, Selasa (7/12/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Inilah sosok Bripda Tazkia Nabila, polisi wanita (polwan) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang menjadi korban pemukulan oknum TNI .

Diketahui, kasus ini berakhir damai dan pelaku dipastikan akan mendapat sanksi. 

Usai mendapat sorotan, Bripda Tazkia Nabila, ternyata diketahui merupakan keluarga besar TNI. 

Baca juga: Viral Kasus Polwan Dipukuli Oknum Tentara di Palangkaraya, Korban Ternyata Anak Perwira TNI

Ayahnya yang sudah almarhum, diketahui merupakan seorang perwira TNI.

“Di POM TNI AD dan sudah almarhum saat itu," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah, Kombes Kismanto Eko Saputro, Selasa (7/11/2021), dikutip dari Kompas.com.

Ayah Tazkia merupakan ternyata merupakan perwira di TNI, Almarhum Kapten CPM Mochammad Adzan Supriadi. 

Dirinya sempat bertugas di DENPOM XII/2 Palangkaraya, di mana sang ayah meninggal dunia dalam kebakaran rumah dinas pada tahun 2018 silam.

Bripda Tazkia sendiri diketahui baru bergabung dengan kepolisian pada tahun 2021.

Ia, tergabung dalam tim Raimas di Satuan Direktorat Samapta Polda Kalimantan Tengah.

Berakhir Damai

Atas viralnya kejadian tersebut pihak TNI dan kepolisian mengadakan jumpa pers setelah melakukan pendalaman.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) Mayor Infanteri Mahsum Abadi menyebut bahwa kasus ini sudah berakhir dengan damainya kedua belah pihak.

Baca juga: Cara Ampuh TNI Bujuk Emak-emak Peserta Reuni 212 hingga Mau Sukarela Bubarkan Diri

Meski begitu dirinya menyampaikan bahwa anggota yang terlibat akan ditindak tegas dan diproses hukum pradilan militer.

"Kejadian seperti ini jangan  terulang lagi karena sinergitas antara TNI-Polri di Kalimantan Tengah sudah sangat baik dan sangat perlu kita jaga dengam sebaik-baiknya," ujar Abadi saat menggelar Jumpa Pers di Makorem 102 Panju Panjung di Jalan Imam Bonjol Palangkaraya, Selasa (7/12/2021), dikutip dari Tribun Kalteng.

Pihaknya, menganggap bahwa kasus ini hanya sebuah kesalahpahaman. 

Hadir dalam jumpa pers, Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol Eko Saputro, menyampaikan, terima kasih kepada Pihak Korem 102 Panju Panjung karena tetap menjunjung tinggi keadilan dengan memproses hukum Para oknum TNI yang terlibat. 

 "Kami juga berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi antara TNI - Polri di Kalimantan Tengah sehingga sinergitas dan soliditas tetap terjaga," tutupnya. 

Meski begitu hingga kini belum ada kronologi resmi yang diberikan pihak kepolisian atau TNI. 

Namun, beredar informasi yang menceritakan detik-detik terjadinya kejadian tersebut. 

Peristiwa tersebut dikatakan berawal ketika Anggota Pengurai Massa (Raimas) Polda Kalimantan Tengah melaksanakan patroli penegakan protokol kesehatan dari pukul 20.00 sampai dengan 22.00 WIB.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved