Breaking News:

Terkini Daerah

Nasib Bripda Randy Bagus seusai Ditahan, Polisi Terus Kawal: Jangan Terjadi Hal Tak Diinginkan

Mendapat perhatian langsung dari Kapolri, kasus yang kini menjerat Bripda RB terus dikawal secara ketat oleh pihak kepolisian.

youtube tribun jateng
Foto mahasiswi inisial NW (kanan) semasa korban hidup. NW diketahui meninggal karena menenggak racun setelah mengaborsi kandungannya sebanyak 2 kali hasil hubungan di luar nikah dengan seorang oknum polisi Bripda Randy Bagus alias RB (kiri). 

TRIBUNWOW.COM - Nama Bripda Randy Bagus Hari Sasongko alias RB (21) kini tengah menjadi sorotan publik seusai dirinya meminta kekasihnya NW alias NWS (23) melakukan aborsi sebanyak dua kali.

Mirisnya, NW pada akhirnya ditemukan tewas di dekat makam sang ayah di Mojokerto, Jawa Timur karena menenggak racun.

Diketahui saat ini Bripda RB tengah diproses hukum melalui Direktorat Kriminal Umum Polda Jatim.

Oknum anggota Polres Pasuruan, Bripda Randy Bagus (21) saat dijebloskan di Ruang Tahanan Mapolda Jatim
Oknum anggota Polres Pasuruan, Bripda Randy Bagus (21) saat dijebloskan di Ruang Tahanan Mapolda Jatim (TRIBUNJATIM/dok Humas Polda Jatim)

Baca juga: Beri Bantahan, Ayah Bripda RB Sebut Anaknya Serius Mau Nikahi sang Mahasiswi: Orangtua NW juga Oke

Baca juga: Danu Akui Dirinya yang Menghampiri Banpol di TKP Kasus Subang: Danu Foto

Bripda RB dijadwalkan akan menjalani sidang Kode Etik Polri (KKEP) yang akan dipantau langsung oleh Propam, serta proses pidana terkait kasus aborsi yang menimpa NW.

Dikutip dari Tribunnews.com, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo memastikan bahwa pihak kepolisian akan terus mengawal kasus ini.

"Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, (harus) on the track semuanya," tegasnya, Senin (6/11/2021).

Polda Jatim kini tengah mengumpulkan bukti-bukti terkait penyebab NW mengakhiri hidupnya lantaran persoalan asmara dengan mantan pacarnya.

"Kami mengamankan seseorang yang berinisial RB, yang bersangkutan profesinya Polisi berpangkat Bripda, bertugas umum di Polres Pasuruan Kabupaten," ujar Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo dalam konferensi pers di Polres Mojokerto, Sabtu (4/12/2021), dikutip dari Surya.co.id.

Brigjen Slamet mengatakan, perbuatan Bripda RB secara internal melanggar Kode Etik Profesi Polri (Keep).

Sehingga, sesuai Perkap nomor 14 tahun 2011, maka yang bersangkutan dijerat pasal 7 dan 11.

Hukuman pelanggaran kode etik paling berat adalah PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat).

"Kita sudah sepakat menjalankan dan kita akan menerapkan pasal-pasal ini dan (Kode Etik) paling berat PTDH itu nanti," ujarnya, Sabtu, seperti diberitakan TribunJatim.com.

Selain ancaman PTDH, terduga pelaku Bripda RB juga terancam hukuman pidana terkait keterlibatannya dalam tindakan aborsi bersama mahasiswi NW.

Hukum pidana diterapkan Pasal 348 KUHP Juncto 55 tentang perbuatan sengaja menggugurkan kandungan atau mematikan janin dengan hukuman lima tahun penjara.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved