Kaleidoskop 2021
Kaleidoskop 2021, dari Hoaks Covid-19 dr Lois, Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio hingga Prank Yana
Berikut ini adalah kasus hoaks dan prank kontroversial yang sempat membuat gaduh warganet dan masyarakat Indonesia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Kemudian kabar terbarunya, dr. Lois mengakui dia hanya asal ngomong soal teori-teorinya terkait Covid-19.
"Segala opini terduga yang terkait Covid, diakuinya merupakan opini pribadi yang tidak berlandaskan riset. Ada asumsi yang ia bangun, seperti kematian karena Covid disebabkan interaksi obat yang digunakan dalam penanganan pasien," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Slamet Uliandi, Selasa (13/7/2021).
"Kemudian, opini terduga terkait tidak percaya Covid, sama sekali tidak memiliki landasan hukum."
"Pokok opini berikutnya, penggunaan alat tes PCR dan swab antigen sebagai alat pendeteksi Covid yang terduga katakan sebagai hal yang tidak relevan, juga merupakan asumsi yang tidak berlandaskan riset," sambung Slamet.
Baca juga: Dicap Tutupi Kebenaran, dr Tirta Persilakan Netizen Jalani Anjuran Dokter Lois: Vit C 1 Gram per Jam
Kepada polisi, dr. Lois berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, kami dapatkan kesimpulan bahwa yang bersangkutan, tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak akan menghilangkan barang bukti mengingat seluruh barang bukti sudah kami miliki," ungkap Slamet.
"Yang bersangkutan menyanggupi tidak akan melarikan diri. Oleh karena itu saya memutuskan untuk tidak menahan yang bersangkutan, hal ini juga sesuai dengan konsep Polri menuju Presisi yang berkeadilan," ujar Slamet.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa pemenjaraan adalah upaya terakhir, maka dari itu akan dilakukan cara lain seperti upaya preventif.
"Indonesia sedang berupaya menekan angka penyebaran pandemi, sekali lagi pemenjaraan dokter yang beropini diharapkan agar jangan menambah persoalan bangsa. Sehingga, Polri dan tenaga kesehatan kita minta fokus tangani Covid dalam masa PPKM Darurat ini," kata Slamet.
3. Hoaks Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio
Sempat membuat geger media sosial (medsos) kabar adanya seorang dermawan akan menyumbangkan uang Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.
Sumbangan tersebut diberikan atas nama Almarhum Akidi Tio.
Kabar terbaru, diketahui bahwa hal itu hanyalah kebohongan yang disebar oleh anak dari Akidi Tio, yakni Heriyanti.
Dikutip TribunWow.com dari TribunSumsel.com, Heriyanti ternyata berbohong soal sumbangan triliunan rupiah itu.
Atas aksinya itu, Heriyanti dianggap menyebar hoaks dan membuat gaduh publik.
Baca juga: Kapolda Sumsel Dimutasi setelah Viral Sumbangan Fiktif Rp2 T dari Akidi Tio, Begini Kata Mabes Polri