Breaking News:

Terkini Daerah

Viral Kisah Nenek Rodiah Dilaporkan 5 Anak karena Warisan, Kini Ketakutan, Ngaku Sering Diteror

Setelah sebelumnya mengaku dilaporkan kelima anaknya perihal warisan, kini ia mengaku sering diteror oleh lima anaknya itu.

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Rodiah (72), lansia warga Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah yang dilaporkan 5 anak kandungnya sendiri. 

Bahkan, ia kerap merasa takut ketika mendengar suara ketukan pintu. 

Ia takut anaknya datang dan memaksanya menyerahkan surat tanag itu. 

"Ibu mah pasrah udah mau di gimanain. Ibu punya Allah SWT. Ibu serahkan semua nasib ibu," ungkapnya seraya mengusap air mata.

Rodiah Tak Datang saat Mediasi

Pihak Desa Sindangmulya sendiri mengaku telah berupaya untuk melakukan mediasi terhadap kasus ini.

Hal itu dilakukan pada awal 2021 ketika ia diceritakan bahwa Rodiah sudah dilaporkan ke polisi.

"Anaknya yang melaporkan bukan warga desa kami. Kami kirim surat undangan resmi kepada kedua belah pihak. Bu Sonya dan empat anak lainnya datang. Tapi, pihak Bu Rodiah enggak datang. Padahal waktu itu juga ada kapolsek, danramil, kadus, RW dan RT," ujar Kepala Desa Sindangmulya, Selpia Indriyani saat dikonfirmasi, Kamis (2/12/2021).

Kasus ini, disebut sudah berlangsung lama bahkan sejak tahun 2019 dan sudah diketahui pihak desa karena anak Rodiah yang lain kerap datang dan bercerita ke Kantor Desa Sindangmulya.

Awalnya, pihak desa sendiri enggan ikut campur terlalu jauh karena menganggap ini adalah masalah internal keluarga.

"Pas enggak lama bapaknya meninggal tahun 2019, Bu Rodiah sama anaknya sering ke sini (kantor Desa Sindangmulya), cerita-cerita, jadi saya tahu, sebenarnya saya waktu itu juga enggak mau terlalu jauh," tuturnya.

Selpia juga mengaku kaget mendengar bahwa Sonya dan empat anak Rodiah yang lain sudah melaporkan ibunya ke polisi. 

Pihak Desa sendiri sebenarnya berharap agar kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. 

"Sebenarnya pelaporan itu pernah juga dilayangkan ke polsek, tapi kami Pemdes selalu berupaya agar masalah ini kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan saja. Enggak perlu dibawa ke ranah hukum. Karena ini kan masih kandung, bukan tiri," katanya.

"Tapi ternyata laporannya sekarang ke polres, saya sangat menyayangkan. Kami sudah berupaya melakukan pencegahan agar tidak perlu melebar. Apalagi sebenarnya saya sebagai kepala desa tidak bisa terlalu ikut campur terlalu jauh," ungkapnya.

Bantahan si Anak

Halaman
1234
Tags:
RodiahWarisanTerorBekasi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved