Breaking News:

Terkini Daerah

Menangis dan Baju Berantakan, Ini Kesaksian Ojek soal Mahasiswi UNSRI Korban Pencabulan Dosen

Pihak kepolisian telah memeriksa pengakuan dari seorang ojek yang mengantar jemput mahasiswi UNSRI korban pencabulan dosen.

KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNG
Proses olah TKP dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen Unsri di Indralaya Sumsel dihadiri langsung oleh korban, Rabu (01/12/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian saat ini masih terus mendalami kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang dosen berinisial A terhadap mahasiswinya yang berinisial DR.

Kejadian ini diketahui terjadi di Gedung Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP), Universitas Sriwijaya (UNSRI), Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (25/9/2021).

Seorang tukang ojek langganan korban menceritakan dirinya melihat kondisi korban berubah drastis seusai pulang dari kampus.

Baca juga: Di TKP, Mahasiswi UNSRI Korban Pelecehan Dosen Tiba-tiba Berteriak: Jangan Direkam

Dikutip dari TribunSumsel.com, pada Sabtu saat itu, korban diketahui datang ke kampus dengan tujuan untuk mengurus skripsi bersama dosen A.

Saat itu ia diantar oleh tukang ojek langganannya.

Tidak ada yang aneh dari kondisi DR saat diantar ke kampus.

Namun setelah pulang, banyak perubahan terjadi, mulai dari kondisi baju hingga DR membisu dan terus menangis.

"Tukang ojek itu juga menyampaikan penampilan pertama (korban) dengan saat dijemput terlihat berbeda. Setelah pulang, korban kondisinya tidak lagi rapi," ujar Kasubdit IV Renakta Polda Sumsel, Kompol Masnoni, Kamis (2/12/2021).

Tukang ojek langganan korban sempat mencoba bertanya karena DR terus menangis namun korban tetap bungkam dan menangis.

"Korban tidak ada cerita apapun, dia hanya menangis," ucap Kompol Masnoni.

Olah TKP kasus pencabulan oleh dosen berinisial A, dilakukan di Gedung Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) UNSRI, pada Rabu (1/12/2021).

Saat memeragakan apa yang terjadi di TKP, korban tiba-tiba berteriak sambil menangis.

Dikutip dari Kompas.com, awalnya korban menceritakan soal awal posisi antara dirinya dengan sang dosen.

"Di sini ada meja, lalu sofa itu ada di sebelah sana," kata korban sambil menutup wajah, Rabu (1/12/2021).

Kala itu ia diminta oleh pelaku untuk duduk berhadapan.

"Saya duduk di sini, dia duduk di sana," kata korban sambil mempraktikan posisinya saat kejadian.

Pada saat mulai masuk ke kejadian pelecehan, para awak media diminta keluar.

Korban bahkan sempat berteriak ketika olah TKP berlangsung.

"Jangan direkam, jangan direkam," teriak korban sambil menangis.

Petugas kepolisian kemudian berusaha menenangkan korban agar yang bersangkutan mau melanjutkan olah TKP.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved