Terkini Daerah
Terdampak Waduk, Warga Ponorogo Ramai-ramai Pindahkan Makam yang Ada sejak Zaman Belanda
Warga memilih memindahkan makam karena takut makam leluhurnya akan tenggelam, terdampak oleh Waduk Bendo yang baru saja diresmikan.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
Katanya, pihak BBWS akan melakukan sosialisasi terkait masalah ini pada Kamis (2/12/2021) besok.
Makam yang akan dipindahkan pun disebut sebagai makam tertua yang ada di desa tersebut.
Ada ribuan makam yang sudah ada sejak zaman Belanda menjajah Indonesia.
"Jadi jumlahya itu mungkin ribuan, karena itu makam tertua di Desa Ngadirojo, itu, zaman Belanda pun sudah ada," jelasnya.
Terkait biaya, Pamuji meyakini bahwa akan ada ganti rugi dari pihak BBWS.
Namun, ia masih menunggu hasil pertemuan yang akan dilakukan esok lusa.
"Aku yakin pasti ada ganti ruginya, ini swadaya, karena warga desa sendiri takut, nanti hujannya lebat pasti tergenang. Nanti sulit untuk memindahkannya," jelasnya.
Menurut dia, dari warga sendiri meminta uang ganti rugi sebesar Rp 5 juta per jenazah untuk biaya bongkar makam, ritual, dan mengganti tempat makam.
Namun hal itu masih akan dikomunikasikan dengan pihak BBWS.
Sementara makam warga yang sudah dibongkar dipindahkan ke TPU induk yang ada di sekitar desa.
Pamuji menyebut, sebagai alternatif lain, sudah ada warga yang bersedia tanahnya untuk ditukar guling atau dibeli untuk dijadikan pemakaman baru.
"Keputusan warga intinya minta ganti rugi lahan ke BBWS," ujarnya.
Simak video lengkapnya di bawah ini:
(TribunWow.com/Afzal Nur Iman)