Terkini Nasional
Luka Serius di Kepala, Begini Kondisi Terkini Perwira Polisi yang Dikeroyok Ormas Pemuda Pancasila
Kini, perwira menengah polisi itu dikabarkan mengalami luka serius di kepala dan belum bisa meninggalkan rumah sakit.
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Kabagops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali menjadi sasaran pengeroyokan sejumlah anggota ormas Pemuda Pancasila, yang sedang melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Kamis (25/11/2021) sore.
Kini, perwira menengah polisi itu dikabarkan mengalami luka serius di kepala dan belum bisa meninggalkan rumah sakit.
Hal itu disampaikan oleh Kabid Perawatan Medik dan Perawatan RS Bhayangkara Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kombes Yayok Witarto berdasarkan hasil CT scan dan pemeriksaan dokter.
Baca juga: Keroyok Perwira Polisi hingga Luka Berat, 22 Anggota Pemuda Pancasila Ditangkap Bawa Senjata
Baca juga: Sosok AKBP Dermawan Karosekali, Polisi Korban Pengeroyokan Oknum Ormas PP hingga Terluka Parah
"Dia mengalami luka di daerah kepala, saat ini beliau mendapatkan perawatan di ruang perawatan khusus," kata Yayok di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (26/11/2021), dikutip dari Tribun Jakarta.
Hingga kini, ia masih tidak diizinkan pulang dan harus di rawat inap di RS Polri.
Pihak RS juga masih melakukan observasi terhadap tubuh AKBP Dermawan.
Disebutkan sejumlah dokter spesialis dikerahkan untuk memeriksa kondisi perwira menengah polisi yang jadi korban amukan massa Pemuda Pancasila itu.
"Sedang dilakukan observasi untuk penanganan lebih lanjut, dirawat oleh beberapa dokter spesialis, dokter bedah, kemudian dokter bedah syaraf untuk merawat beliau," ujarnya.
Yayok juga belum bisa memastikan apakah luka di kepala korban juga akibat kena sabetan sejata tajam atau senjala jenis lainnya.
Namun, dirinya juga menegaskan bahwa AKBP Dermawan tidak memiliki luka robek dibagian perut seperti dikabarkan sebelumnya.
Baca juga: Posko Ormas di Bekasi Terbakar, Kata Polisi Dugaan Pelaku hingga Barang-barang Sengaja Dibakar
Ia juga menyebut sudah berkoordinasi terkait kebenaran kabar yang dimilikinya.
"Sudah bisa berkomunikasi. Enggak ada, enggak ada luka robek di perut. Luka di daerah kepala. Kemarin sudah dilakukan tindakan, tindakan untuk perbaikan luka berat di daerah kepala," tuturnya.
"Sudah bisa berkomunikasi. Enggak ada, enggak ada luka robek di perut. Luka di daerah kepala. Kemarin sudah dilakukan tindakan, tindakan untuk perbaikan luka berat di daerah kepala," tuturnya.
Dikabarkan Robek di Perut
Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, menjenguk langsung bawahannya di RS Polri, pada Kamis (25/11/2021).
Dirinya pun menyampaikan bahwa anggotanya tersebut mengalami robek di bagian perut selain luka serius di kepala.
"Luka hematoma akibat trauma benda tumpul di sekujur tubuhnya, terutama di kepala. Ada juga luka robek di perut dan terjadi penurunan tingkat kesadaran," kata Sambodo saat di RS Polri.
Saat itu, kondisinya baru menjalani perawatan oleh pihak dokter.
"Kita masih menunggu hasil visum dari doker. Namun saat ini kondisinya sudah semakin stabil dan sudah dalam perawatan," kata Kombes Sambodo.
Terkait peristiwa ini, pihaknya juga menyesalkan adanya tindakan ricuh dari ormas pemuda tersebut.
Padahal, aksi yang dimulai dari siang hari itu awalnya berjalan tertib dan damai.
Pun, ia menyebut bahwa pihak kepolisian sudah bersikap persuasif saat mengamankan aksi.
"Terbukti tadi setelah diadakan pemeriksaan dan penggeledahan dan penangkapan ada sajam tongkat golf dan segala macam. Kan ini lucu, ini bukan alat untuk unras, ini mau unras apa mau perang," katanya.
15 Orang Tersangka
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan menyayangkan adanya aksi unjuk rasa yang berlangsung ricuh ini.
Terlebih sejumlah orang dalam aksi itu kedapatan membawa senjata.
Ada pun, 22 orang diamankan, dan 15 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Kita mengamankan sebanyak 15 orang tersangka. Mereka ini sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Zulpan, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (25/11/2021).
Menurut dia, dalam aksi kali ini ormas Pemuda Pancasila merasa berada di atas hukum.
"Ormas Pemuda Pancasila, dalam kegiatan kali ini seolah-olah menempatkan mereka di atas daripada hukum, bahkan melawan aparat penegak hukum yang sebenarnya bukan lawan mereka," katanya di Polda.
Dengan tegas, ia mengingatkan agar tidak ada organisasi yang merasa berada di atas hukum.
"Jadi tidak boleh ada organisasi mana pun yang menempatkan dirinya di atas hukum," ungkapnya.
Menurut dia, peristiwa yang terjadi pada sore hari kemarin itu sangat memprihatinkan.
Aksi yang awalnya damai, justru diakhiri dengan penyerangan petugas secara brutal.
"Tentunya tidak sesuai dengan undang-undang dalam rangka penyampaian pendapat, yang sebenarnya diakomodir," jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa korban merupakan Kabagops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali yang saat itu sedang menjalankan tugas,
Akibatnya, AKBP Dermawan mendapat luka yang cukup serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
"Dengan luka yang cukup serius di kepala bagian belakang, yang mengakibatkan kemungkinan beberapa hari ke depan yang bersangkutan tidak bisa melaksanakan tugas seperti biasa," ujarnya. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Artikel ini diolah dari Tribun Jakarta yang berjudul Dikeroyok Ormas PP, Kondisi Polisi Ini Tak Berdaya Jalani Perawatan Khusus:Dokter Bedah Turun Tangan dan Kondisi Terkini Perwira Polisi yang Dikeroyok Ormas PP, Alami Hematoma dan Robek Perut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/kabid-humas-polda-metro-jaya-kombes-pol-e-zulpan.jpg)