Cerita Selebriti
Nirina Zubir Batal Selesaikan Kasus Mafia Tanah secara Damai, Tak Terima karena Hal Berikut
Ternyata artis Nirina Zubir dan keluarga mulanya tak memiliki niat untuk memperkarakan asisten rumah tangganya, Riri Khasmita.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Ternyata artis Nirina Zubir dan keluarga mulanya tak memiliki niat untuk memperkarakan asisten rumah tangganya, Riri Khasmita.
Nirina Zubir menilai wanita yang sudah bekerja bertahun-tahun pada sang ibu, Cut Indria Marzuki, melakukan khilaf dengan menggelapkan asetnya.
Namun setelah proses penyelidikan dilakukan, Nirina Zubir dan keluarga sepakat membawa urusan tersebut ke jalur hukum lantaran adanya pertimbangan tertentu.

Baca juga: Kronologi Nirina Zubir dan Keluarga Jadi Korban Penggelapan, Warisan Mendiang Ibu Lenyap Digasak ART
Baca juga: Kehilangan Rp 17 Miliar, Ayah Nirina Zubir Syok hingga Stroke Begitu Tahu Asetnya Digelapkan ART
Sebagai informasi, Riri Khasmita telah ditetapkan sebagai tersangka bersama suaminya, Edrianto.
Seorang rekan mereka, PPAT bernama Farida, juga berstatus tersangka dan telah ditahan.
Sementara, dua lainnya, PPAT bernama Ina Rosaina dan Erwin Ridwan belum memenuhi panggilan polisi.
Kelima komplotan tersebut telah memalsukan enam surat tanah keluarga Nirina Zubir dengan total nilai Rp 17 miliar.
Meski begitu, Nirina Zubir tak menyimpan dendam pada ART yang sudah bekerja pada sang ibu sejak tahun 2009.
Ia justru memaklumi adanya peluang dari kondisi sang ibu yang bisa membuat Riri Khasmita tergoda melakukan kesalahan.
"Buat saya gini, prinsipnya adalah orang pasti pernah ada khilaf, apalagi orang melihat adanya peluang," kata Nirina Zubir dikutip kanal YouTube Intens Investigasi, Kamis (18/11/2021).
"Di sini kami akui ibu kami sudah pada usia yang banyak lupa, terus kondisi fisik sudah menurun. Buat dia mungkin jadi khilaf," imbuhnya.
Oleh karena alasan tersebut, ia pun sempat berupaya untuk menyelesaikan kasus itu secara damai.
Akan tetapi, mulailah terkuak adanya oknum-oknum PPAT yang sengaja membantu rencana pasangan tersebut.
Hal inilah yang membuat Nirina Zubir dan keluarga tak terima hingga memutuskan memperkarakan kasus ke pihak kepolisian.
"Makanya di awal kami masih bilang ya sudah deh, kita selesaikan ini secara kekeluargaan," terang Nirina Zubir.
"Tapi yang kami tidak terima di sini adalah orang-orang yang mengerti hukum, tapi menyalahgunakan wewenangnya itu."
"Di sini maksud saya adalah PPAT, itu yang membuat kami berpikir, 'Oh, ini enggak bisa dilepasin, ini harus dijadikan pembelajaran, dan harus diingatkan kepada orang banyak bahwa ada juga oknum untuk PPAT," tandasnya.
Baca juga: Mantan ART Nirina Zubir Mengaku Disekap Buntut Penggelapan Aset Tanah, Kuasa Hukum: Kayaknya Ge-er
Baca juga: Rugi Rp 17 Miliar, Nirina Zubir Justru Habis Dimaki Keluarga Tersangka saat Pertanyakan Aset Ibunya
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 01.22:
Isi Catatan Terakhir Mendiang Ibu Nirina Zubir
Sebelumnya, Nirina Zubir menilai ibunya meninggal tak tenang karena ulah asisten rumah tangga (ART) yang melakukan penggelapan terhadap aset-aset miliknya.
Kesimpulan ini ditarik lantaran adanya catatan peninggalan sang ibu yang berisi keresahan atas kasus tersebut.
Dilansir kanal YouTube Star Story, Rabu (17/11/2021), Nirina Zubir membongkar kasus penggelapan aset oleh mafia tanah yang dilakukan terhadap keluarganya.
Menurut Nirina, sang ART bernama Riri Kasmita, melakukan pembalikan nama aset-aset sang ibu bersama suaminya, Edrianto.
Keduanya dibantu oleh tiga orang PPAT bernama Farida, Ina Rosaina dan Erwin Ridwan.
Sehingga, keluarga Nirina Zubir mengalami kerugian atas kehilangan aset-aset tersebut sekira Rp 17 miliar.
Pada saat kejadian, kondisi sang ibu memang sudah sangat renta dan mudah lupa.
Ia pun gampang diperdaya oleh sang ART hingga menaruh kepercayaan total padanya.
"Memang kondisi ibu saya waktu beliau minta tolong urusin suratnya itu, usia mama saya memang sudah pada usia ada lupanya, memang sudah usia tua," ujar Nirina Zubir.
Nirina Zubir menilai ibunya meninggal dengan tidak tenang akibat adanya kasus tersebut.
Pasalnya, sang ibu sempat meninggalkan catatan berisi kebingungannya atas kehilangan uang dan pengurusan surat tanah yang tak kunjung rampung.
"Ibu saya sudah meninggal dua tahun yang lalu, dan berat buat saya karena saya tahu ibu saya meninggal tidak tenang," terang Nirina Zubir.
"Karena saya punya note ditulis sama ibu saya, 'Uang aku ada, tapi pada kemana ya?', terus 'Surat-surat kok belum kelar-kelar ya, minta tolong sama Riri kok belum kelar'."
Merasa sakit hati, Nirina Zubir mengecam sang ART sebagai orang terdekat sang ibu yang begitu tega melakukan kejahatan tersebut.
Ia pun berharap kasus tersebut bisa terus diurus hingga selesai lantaran melibatkan oknum-oknum PPAT yang diduga sebagai jaringan mafia tanah.
"Ibu saya meninggal dalam tidurnya, saya bersyukur ibu saya tidak melalui sakit apa pun, tapi saya masih ada sakit hati karena di sini urusannya orang terdekat ibu saya, yang melakukan ini," tutur Nirina Zubir.
"Yang kedua adalah saya sakit hati, saya pengin kasus ini dikawal, dikarenakan ada sangkut pautnya dengan orang-orang yang mengerti hukum, tapi menyalahgunakan wewenang mereka, adalah PPAT di sini".(TribunWow.com)