Breaking News:

Terkini Daerah

Fakta Oknum Polisi di Sikka Diduga Aniaya Warga, Kronologi Versi Korban hingga Kasus Berakhir Damai

Warga Dusun Bolawolon, Desa Tana Duen, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka mengaku dianiaya oknum polisi. Ini faktanya.

Editor: Mohamad Yoenus
Kompas.com/Tribunnews.com
Ilustrasi penganiayaan. Warga Dusun Bolawolon, Desa Tana Duen, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka mengaku dianiaya oknum polisi. Ini faktanya. 

"Saya pun langsung bertanya, ibu cari apa? Ia menjawab bahwa sedang mencari barang-barangnya berupa dompet, uang sejumlah kurang Rp 3,5 juta, emas, ATM, SIM, KTP dan surat-surat berharga diduga hilang di lokasi itu," ujar dia.

Baca juga: 4 Fakta Mahasiswa UNS Tewas seusai Diklat Menwa, Disebut Kesurupan hingga Wajah Luka-luka

Mendengar jawaban ibu itu, Yohanes sempat mengusulkan agar mencari orang pintar yang bisa mencari barang yang hilang.

Kemudian, sekitar pukul 00.00 Wita, ia ditelepon dan diminta untuk ke lokasi kejadian oleh ibu itu lagi.

Tiba di lokasi, ia melihat sudah ada 8 orang yang sepengetahuannya, salah satunya adalah anggota polisi.

Salah satu dari 8 orang yang diduga anggota polisi dari Polres Sikka tersebut bertanya kepada dirinya, apakah ia mengenal M dan R.

"Saya jawab, kenal. Setelah itu, ia kemudian diajak untuk mencari malam itu juga. Tetapi, keduanya tidak ditemui di rumah masing-masing. Mereka ajak saya kembali ke lokasi kejadian," tutur dia.

Mereka, lanjut dia, meminta dirinya untuk menghubungi kedua temannya itu.

2. Mengaku Dipukul

Yohanes pun ditanya perihal pencurian tersebut.

Karena tidak terlibat, ia membantah dan tidak mengakui perbuatan itu.

“Saya bantah karena bukan saya yang curi, tetapi dia paksa untuk saya mengaku. Saya mau mengaku apa, dari situ dia emosi dan tempeleng saya. Dia suruh saya harus mengaku. Saya sumpah demi Tuhan dan saya bilang kalau saya ambil, buat apa saya tipu. Karena saya tidak mengaku dia pukul sampai saya pingsan,” kata dia.

Yohanes mengatakan, pada malam kejadian itu, oknum yang diduga anggota polisi tersebut berpakian preman, tetapi membawa senjata.

Dirinya pun sempat dipukul pakai popor senjata tepat di bagian ulu hati hingga menyebabkan dirinya pingsan.

“Saya sampai bilang bapak tembak saja juga tidak apa-apa, tetapi saya tidak akan mengaku, karena saya tidak berbuat. Pukul sampai saya pingsan, setelah itu salah satu dari mereka angkat saya dan bawa saya naik mobil. Saat itu saya sempat tanya, saya mau dibawa ke mana lagi, tapi dia bilang saya mau di bawa ke Polres," ujar dia.

"Tapi waktu itu saya jawab, kalau bawa saya ke Polres duluan, saya tidak mau, kita harus temukan R dengan M jadi saya ajak mereka ke rumah saudara M dan ketemu M sedang tidur, dia langsung dibawa malam itu,” ujar Yohanes.

Baca juga: Kades Jalancagak Ingin Pertemukan Yoris dan Yosef, Keluaga Korban Kasus Subang Masih Renggang?

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Tags:
SikkaNusa Tenggara Timur (NTT)PenganiayaanPolisiYohanes GemasaMaumere
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved