Breaking News:

Terkini Daerah

Bunuh Adik Ipar karena Ledekan Tak Laku, Pria di Mataram Minta Jangan Dihukum Mati

Sering diledek dan dihina oleh adik iparnya membuat Husnan emosi dan nekat melakukan pembunuhan. Namun kini dirinya justru menyesali perbuatannya.

TribunLombok.com/Sirtupillaili
DITAHAN: Husnan (55), tersangka pembunuh adik iparnya menunduk saat digiring polisi, di markas Polresta Mataram, Rabu (29/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Secara sadis Husnan (55) menghabisi nyawa adik iparnya sendiri Fitriah (43) di kediaman korban di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kala itu korban dibunuh lantaran kerap menghina dan meledek pelaku.

Husnan mengaku kini menyesal telah membunuh istri adiknya itu gara-gara persoalan sepele.

Baca juga: Sakit Hati Tak Dibuatkan Kopi, Suami Susun Rencana Bunuh Istrinya hingga Siapkan Karung untuk Mayat

Baca juga: Telanjur Pinjam Uang Pinjol Ilegal? Mahfud MD Minta Jangan Dilunasi: Polisi akan Beri Perlindungan

Dikutip TribunWow.com dari TribunLombok.com, penyesalan diungkapkan oleh Husnan seusai melakukan rekonstruksi.

Total 19 adegan diperagakan oleh Husnan.

"Saya menyesal, setelah saya melakukannya, rasa menyesal itu datang ketika saya lari ke rumah dan taruh pisau. Waktu kejadian saya terbakar emosi," kata Husnan, Selasa (19/10/2021).

Dirinya memohon agar pengadilan tidak menjatuhi hukuman mati terhadpa dirinya.

"Saya berharap diringankan, tidak dihukum mati, itu saja, tidak dihukum mati. Menyesal saya," katanya sambil menunduk dalam-dalam.

Seusai pembunuhan terjadi, Husnan mengaku sudah berusaha bertaubat dan mendekatkan diri ke Tuhan memohon ampun atas kesalahannya.

Rekonstruksi diketahui dilakukan di Polres Kota Mataram demi alasan keamanan.

Saat melakukan rekonstruksi, pelaku nampak menjalaninya dengan tenang.

Diketahui, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Husnan dijerat dengan Pasal 340, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tekait pembunuhan berencana.

Subsider pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

“Dia kena pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, dalam keterangan pers, Rabu (29/9/2021).

Diejek Tak Laku

Sebelumnya, di hadapan polisi, Husnan mengaku gelap mata mendengar hinaan yang kerap dilontarkan korban kepadanya.

”Bertahun-tahun dia (korban) hina saya pak, saya disamakan dengan sapi, disamakan dengan sampah," kaya Husnan, dikutip dari TribunLombok.com, Rabu (29/9/2021).

"Bertahun-tahun dia buang sampah di depan rumah saya, saya diamin tidak berhenti-henti."

Baca juga: Viral Video Aipda Ambarita Ngotot Periksa HP Warga: Wewenang Kau Tahu Artinya?

Meski masih berstatus keluarga, korban dan pelaku kerap cekcok karena masalah sepele.

Menurut Husnan, korban kerap marah saat ditegur karena buang sampah di depan rumahnya.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved