Breaking News:

Terkini Daerah

Korban Tindak Asusila Kapolsek di Parimo Trauma Berat, Ibu Korban Pingsan saat Pemeriksaan di Polda

Keluarga dan gadis korban tindak asusila yang dilakukan oleh oknum Kapolsek di Parimo mengalami trauma berat.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNPALU.COM/SUTA
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengunjungi rumah korban S (20) kasus tindakan asusila oleh oknum Kapolsek di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (19/10/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Kasus dugaan tindak asusila yang dilakukan oleh oknum Kapolsek di Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menyita perhatian.

Seorang Kapolsek di daerah tersebut diduga telah meniduri anak seorang tersangka yang tengah mengalami penahanan.

Kapolsek tersebut diduga memberikan iming-iming kebebasan ayah korban demi melampiaskan aksi bejatnya.

Tim pengacara Muslim Akbar Penguriseng saat konferensi pers di Sekretariat HMI Cabang Palu Jl Tona Roa, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Senin (18/10/2021), malam.
Tim pengacara Muslim Akbar Penguriseng saat konferensi pers di Sekretariat HMI Cabang Palu Jl Tona Roa, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Senin (18/10/2021), malam. (TRIBUNPALU.COM/SUTA)

Baca juga: Prihatin Kapolsek di Parimo Terlibat Asusila, Kapolda, Bupati hingga Wakilnya Datangi Rumah Korban

Terkini, keluarga gadis berinisial S (20) yang menjadi korban dalam kasus tersebut disebut tengah mengalami guncangan secara psikologi atas kejadian itu.

Hal tersebut disampaikan tim pengacara Muslim Akbar Penguriseng saat konferensi pers, di Sekretariat HMI Cabang Palu Jl Tona Roa, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Senin (18/10/2021) malam.

Bahkan, ada kelurga korban yakni ibunya yang sempat pingsan saat menghadiri panggilan pemeriksaan di Polda Sulteng.

Akbar mengatakan, korban kini juga mengalami trauma psikologis yang teramat dalam setelah pelecehan yang dilakukan Kapolsek tersebut.

"Keluarga terkhusus ibu korban sangat terguncang psikologisnya, tadi waktu pemeriksaan di Polda sering menangis, dan sempat pingsan karena terganggu psikologisnya," kata Akbar.

"Termasuk juga korban, yang sampai detik ini secara psikologis memang sangat terganggu," tuturnya menambahkan.

Lebih lanjut, pihaknya akan meminta bantuan dari pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk melakukan pendampingan.

Baik itu dari korban sendiri, ibu, maupun dari keluarga, untuk mengembalikan psikologinya.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved