Breaking News:

Terkini Internasional

Anggota Parlemen Inggris David Amess Tewas Ditikam Terduga Teroris, Boris Johnson Ikut Melayat

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meletakkan karangan bunga di gereja di mana David Amess ditikam berkali-kali hingga tewas oleh terduga teroris

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Elfan Fajar Nugroho
AFP/Richard TOWNSHEND/UK PARLIANMENT
Anggota parlemen Inggris, David Amess, ditusuk berulang kali ketika melakukan pertemuan dengan konstituen di Gereja Metodis Belfairs di Leigh-on-sea, Essex, Inggris. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meletakkan karangan bunga di gereja di mana David Amess ditikam berkali-kali hingga tewas oleh terduga teroris pada Sabtu (16/20/2021). 

TRIBUNWOW.COMPerdana Menteri Inggris Boris Johnson meletakkan karangan bunga di gereja di mana seorang anggota parlemen ditikam hingga tewas dalam serangan yang disebut kepolisian sebagai teror pada Sabtu (16/10/2021).

Anggota parlemen Inggris, David Amess, sehari sebelumnya ditusuk berulang kali ketika melakukan pertemuan dengan konstituen di Gereja Metodis Belfairs di Leigh-on-sea, Essex, Inggris.

Serangan teror itu berkemungkinan terkait dengan jaringan ekstremis dan terjadi lima tahun setelah pembunuhan Jo Cox, anggota parlemen dari Partai Buruh.

Kepolisian telah menangkap seorang pria berusia 25 tahun di tempat kejadian karena dicurigai menjadi pihak yang melakukan serangan dan disebutkan bertindak sendirian.
Kepolisian telah menangkap seorang pria berusia 25 tahun di tempat kejadian karena dicurigai menjadi pihak yang melakukan serangan dan disebutkan bertindak sendirian. (AFP/Tolga Akmen)

Baca juga: Momen PM Inggris Ajak Presiden Brasil yang Anti-Vaksin Gunakan AstraZeneca

Baca juga: Detik-detik Pria di Inggris Mutilasi Kekasih lalu Buang Jasadnya ke Tempat Sampah

Kepolisian telah menangkap seorang pria berusia 25 tahun di tempat kejadian karena dicurigai menjadi pihak yang melakukan serangan dan disebutkan bertindak sendirian.

Dilaporkan oleh BBC, pria tersebut diidentifikasi sebagai Ali Harbi Ali, warga Inggris keturunan Somalia.

Kepolisian mengatakan pria Inggris itu ditahan di kantor polisi London di bawah Undang-Undang Terorisme 2000 dan petugas memiliki waktu hingga 22 Oktober untuk melakukan penyelidikan.

Ali awalnya ditangkap karena dicurigai melakukan pembunuhan tetapi kemudian ditahan di bawah Undang-Undang Terorisme pada Jumat (15/10/2021) malam.

Polisi Met mengatakan pisau yang digunakan dalam serangan terhadap Amess sudah ditemukan di tempat kejadian.

Dikutip dari Reuters, dalam pernyataanya, kepolisian Inggris juga mengatakan penyelidikan awal telah mengungkap motivasi potensial pria itu terkait dengan kelompok esktremisme, Sabtu (16/10/2021).

Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel, dan Ketua Partai Buruh, Keir Starmer, juga ikut meletakkan bunga sebagai penghormatan kepada Amess di lokasi pembunuhan.

“Untuk mengenang anggota parlemen David Amess, seorang anggota parlemen yang baik dan kolega serta teman yang sangat dicintai,” kata Boris Johnson dalam catatan karangan bunganya.

Boris Johnson dan Keir Starmer berdiri berdampingan dalam keheningan sesaat, sebelum pergi meninggalkan gereja.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dan Ketua Partai Buruh, Keir Starmer, meletakkan karangan bunga di gereja di mana David Amess ditikam hingga tewas dalam serangan yang disebut kepolisian sebagai teror pada Sabtu (16/10/2021).
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dan Ketua Partai Buruh, Keir Starmer, meletakkan karangan bunga di gereja di mana David Amess ditikam hingga tewas dalam serangan yang disebut kepolisian sebagai teror pada Sabtu (16/10/2021). (YouTube/AFP News Agency)

Para politisi menggambarkan pembunuhan atas Amess sebagai serangan terhadap demokrasi. 

Priti Patel mengatakan kebijakan pengamanan untuk anggota parlemen sedang ditinjau dan diperkuat.

“Semua tindakan sedang dilakukan untuk keamanan anggota parlemen sehingga mereka dapat melanjutkan tugas mereka sebagai anggota demokrasi terpilih,” kata Patel saat mengunjungi gereja.

Halaman 1/2
Tags:
David AmessPerdana Menteri InggrisBoris JohnsonTeroris
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved