Breaking News:

Virus Corona

Studi Besar Ini Sebut Lebih dari Setengah Penyintas Covid-19 Mengalami Long Covid hingga 6 Bulan

Dan itu artinya ada lebih dari separuh dari 236 juta yang menglami long Covid sejak Desember 2019.

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
Zoe COVID Study Symtom
Ilustrasi kelelahan. Kelelahan menjadi gejala umum pada pasien Covid-19 bahkan bisa terjadi pada long Covid. 

TRIBUNWOW.COM - Sebuah studi yang telah dipublikasi di JAMA Network pada Rabu (13/10/2021) menyebut bahwa sejak awal kasus Covid-19, terdapat lebih dari setengah penyintas Covid-19 yang mengalami long Covid. 

Dan itu artinya ada lebih dari separuh dari 236 juta yang menglami long Covid sejak Desember 2019.

Dilansir TribunWow.com dari The Futurity, para peneliti melakukan tinjauan sistematis terhadap 57 laporan yang mencakup data dari 250.351 orang dewasa dan anak-anak yang didiagnosis dengan Covid-19 dari Desember 2019 hingga Maret 2021.

Baca juga: Tak Hanya Covid-19, Peneliti Temukan Flu Bisa Sebabkan Gejala Berkepanjangan seperti Long Covid

Baca juga: China Sebut Ada Kemungkinan Manipulasi dalam Investigasi WHO terkait Asal-usul Penyebab Covid-19

Di antara yang diteliti, 79 persen dirawat di rumah sakit.

Usia rata-rata pasien adalah 54, dan mayoritas individu (56%) adalah laki-laki.

Para peneliti menganalisis kesehatan pasien pasca-Covid selama tiga interval pada satu bulan (jangka pendek), dua hingga lima bulan (jangka menengah), dan enam bulan atau lebih (jangka panjang).

Menurut temuan tersebut, para penyintas mengalami serangkaian masalah kesehatan residual yang terkait dengan Covid-19.

Umumnya, komplikasi ini mempengaruhi kesejahteraan umum pasien, mobilitas mereka, atau sistem organ.

Secara keseluruhan, satu dari dua penyintas mengalami manifestasi long Covid.

Tingkat sebagian besar tetap konstan dari satu bulan sampai enam bulan atau lebih setelah penyakit awal mereka.

Baca juga: Gula Darah Tinggi Tingkatkan Risiko Keparahan Covid-19, Bahkan pada Pasien Non-Diabetes

Para peneliti mencatat beberapa kesamaan di antara para penyintas, seperti:

- Kesejahteraan umum: Lebih dari separuh pasien melaporkan penurunan berat badan, kelelahan, demam, atau nyeri.

- Mobilitas: Kira-kira satu dari lima orang yang selamat mengalami penurunan mobilitas.

- Kekhawatiran neurologis: Hampir satu dari empat orang yang selamat mengalami kesulitan berkonsentrasi.

- Gangguan kesehatan mental: Hampir satu dari tiga pasien didiagnosis dengan gangguan kecemasan umum.

- Kelainan paru-paru: Enam dari 10 orang yang selamat memiliki kelainan pencitraan dada dan lebih dari seperempat pasien mengalami kesulitan bernapas.

- Masalah kardiovaskular: Nyeri dada dan palpitasi termasuk di antara kondisi yang sering dilaporkan.

- Kondisi kulit: Hampir satu dari lima pasien mengalami kerontokan rambut atau ruam.

- Masalah pencernaan: Sakit perut, kurang nafsu makan, diare, dan muntah adalah beberapa kondisi yang sering dilaporkan.

“Temuan ini mengkonfirmasi apa yang telah diklaim oleh banyak petugas kesehatan dan penyintas Covid-19, yaitu, bahwa efek kesehatan yang merugikan dari Covid-19 dapat bertahan lama,” kata ketua tim peneliti Vernon Chinchili, ketua departemen ilmu kesehatan masyarakat di University Penn State.

“Meskipun penelitian sebelumnya telah meneliti prevalensi gejala long Covid di antara pasien, penelitian ini memeriksa populasi yang lebih besar,"

"Termasuk orang-orang di negara berpenghasilan tinggi, menengah, dan rendah, dan memeriksa lebih banyak gejala. Oleh karena itu, kami yakin temuan kami cukup kuat mengingat data yang tersedia.”

Namun perlu diingat bahwa analisis ini dilakukan dalam rentang waktu di mana penerima vaksin Covid-19 belum banyak. 

Kemudian, ketika awal Covid-19, kebanyakan pasien akan dirawat di rumah sakit dibanding mendapat perawatan di rumah.

Mereka yang mengalami long Covid ketika awal-awal pandemi juga disebut memiliki beban mental yang lebih berat.

“Beban kesehatan yang buruk pada para penyintas Covid-19 sangat besar, di antaranya adalah gangguan kesehatan mental,” kata salah satu peneliti utama Paddy Ssentongo, asisten profesor di Penn State Center for Neural Engineering.

Temuan baru yang mengatakan bahwa vaksin Covid-19 mengurangi risiko long Covid-19 juga tidak bisa disimpulkan dalam penelitian ini. 

Namun dengan adanya penelitian yang menyatakan vaksin Covid-19 bisa mengurangi risiko long Covid, itu merupakan kabar yang sangat baik. 

Di masa depan hasilnya mungkin tidak sebanyak ini.

“Pertempuran seseorang dengan Covid tidak berakhir dengan pemulihan dari infeksi akut," katanya.

"Vaksinasi adalah sekutu terbaik kami untuk mencegah sakit akibat Covid-19 dan untuk mengurangi kemungkinan Covid-19 yang berkepanjangan bahkan dengan adanya terobosan infeksi.”

Sayangnya, bahkan hingga kini, mekanisme di mana Covid-19 menyebabkan gejala yang menetap pada orang yang selamat tidak sepenuhnya dipahami.

Gejala-gejala ini dapat diakibatkan oleh overdrive sistem kekebalan yang dipicu oleh virus, infeksi yang berkepanjangan, infeksi ulang, atau peningkatan produksi autoantibodi yaitu antibodi yang diarahkan ke jaringan mereka sendiri.

Virus penyebab Covid-19, telah diketahui dapat mengakses, masuk, dan hidup di sistem saraf.

Akibatnya, gejala sistem saraf seperti gangguan pengecapan atau penciuman, daya ingat, gangguan, dan penurunan perhatian dan konsentrasi sering terjadi pada korban.

“Studi kami tidak dirancang untuk mengkonfirmasi Covid-19 sebagai satu-satunya penyebab gejala ini. Masuk akal bahwa gejala yang dilaporkan oleh pasien dalam beberapa penelitian yang diperiksa disebabkan oleh beberapa penyebab lain,” kata Ssentongo.

Menurut para peneliti, intervensi dini akan sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup banyak penyintas Covid-19.

Mereka mengatakan bahwa di tahun-tahun mendatang, penyedia layanan kesehatan kemungkinan akan melihat masuknya pasien dengan masalah kejiwaan dan kognitif, seperti depresi, kecemasan, atau gangguan stres pasca-trauma, pada pasien yang sebelumnya tidak memiliki masalah itu.

Berdasarkan temuan ini, penyedia layanan kesehatan harus merencanakan dan mengalokasikan sumber daya yang sesuai untuk memantau dan mengobati kondisi ini secara efektif. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Covid-19 Lainnya

Tags:
Virus CoronaCovid-19Long Covid
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved