TWK KPK
Sosok Rasamala Aritonang, Eks Pegawai KPK Tak Lolos TWK yang Jadi Petani: Mengisi Waktu Sementara
Inilah sosok dan profil Rasamala Aritonang, eks pegawai KPK yang tak tak lolos TWK yang kini beralih profesi menjadi petani.
Editor: Rekarinta Vintoko
"Dari apa yang dilakukan para Pegawai KPK yang disingkirkan dengan TWK setelah purna tugas ini, saya belajar satu hal."
"Jabatan & penghasilan tidak sebegitu pentingnya dibanding mempertahankan prinsip & integritas."
"Mempertahankan sesuatu yang diyakini benar," ucap Febri melalui akun Twitter-nya, @febridiansyah, Selasa (12/10/2021).
Febri menyebut eks pegawai KPK yang dipecat itu sempat ditawari jabatan di sebuah BUMN.
Namun, kata Febri, mereka lebih memilik menolak tawaran tersebut.
Alasan penolakan tersebut bukan karena menilai BUMN tidak baik, melainkan diduga bisa menjadi upaya penyingkiran mereka dari lembaga antirasuah itu.
"Mereka pernah diiming-imingi posisi di BUMN dengan syarat ajukan permohonan ke Pimpinan."
"Mereka menolak. Bukan krn menganggap BUMN tdk baik, tapi mereka paham, cara seperti itu bisa jd bagian tahap penyingkiran pegawai yang sedang bertugas memberantas korupsi."
"Apalagi prosesnya cacat hukum," jelas Febri.
Menolak jabatan di BUMN hingga beralih profesi, kata Febri, menunjukkan apa yang sedang diperjuangkan bukan soal mempertahankan jabatan di KPK.
Tetapi, lebih kepada upaya mereka melawan polemik TWK yang berujung pada pemecatan.
Apabila hanya persoalan kerja, lanjut Febri, masih banyak usaha yang sah dan bersih dilakukan.
"Sekarang mereka buktikan, ini bukan soal cari atau pertahankan pekerjaan. Jika hanya itu, banyak usaha yang sah & bersih yang bisa dilakukan."
"Tapi melawan TWK adalah upaya koreksi kebijakan bermasalah Pimpinan KPK."
"Kalaupun nanti mereka dipanggil kembali untuk bangsa ini, saya akan mendukung," tulis Febri.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Ilham Rian Pratama/Shella Latifa A)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Profil Rasamala Aritonang, Eks Pegawai KPK yang Kini Jadi Petani, Pulang ke Kampung Kakek di Balige