Breaking News:

Terkini Daerah

Pengakuan Pria Pembunuh Kakak Adik di Sidarjo, Mulanya Ingin Nyatakan Cinta Justru Berujung Tragis

Pembunuh kakak adik di Sidoarjo, Heru Erwanto (25) mengaku tak pernah berniat membunuh korban.

Kompas.com/Muchlis
HE, pelaku pembunuhan kakak dan adik asal Sidoarjo, Jawa Timur, saat diamankan di Mapolresta Sidoarjo, Selasa (7/9/2021). Pelaku nekat membunuh korban karena sakit hati cintanya ditolak. 

TRIBUNWOW.COM - Pembunuh kakak adik di Sidoarjo, Heru Erwanto (25) mengaku tak pernah berniat membunuh korban.

Ia menyebut mulanya datang ke rumah korban untuk menyatakan cinta pada wanita pujaannya, DFA (20).

Selain itu, Heru juga meminta pada korban dan keluarganya untuk berhenti menghinanya.

Pengakuan itu diungkap Heru saat menjalani pemeriksaan di kantor polisi.

Ia mengaku sangat menyesali perbuatannya yang merampas nyawa kakak dan adik itu.

"Menyesal, Pak, benar-benar saya menyesal. Saya datang ke rumah itu bukan bermaksud untuk demikian," ungkapnya, dikutip dari Kompas.com, Selasa (12/10/2021).

Heru mengaku awalnya datang untuk menemui DFA.

Ia bermaksud menyatakan cinta sekaligus mengklarifikasi permasalahan dengan keluarganya.

"Saya minta agar dia dan orangtuanya tidak mengatai saya terus," ungkap Heru.

Baca juga: Kakak Beradik di Sidoarjo Dibunuh seusai Pelaku Mendadak Nyatakan Cinta Sambil Pegangi Tangan Korban

Baca juga: Dibunuh lalu Dibuang ke Sumur, Kakak Beradik di Sidoarjo Akrab Bantu Warga meskipun Penduduk Baru

Kronologi

Pelaku kesehariannya diketahui bekerja sebagai seorang sopir rental.

Pelaku dan korban diketahui sudah saling kenal selama satu tahun.

Pada hari kejadian, pelaku datang ke kediaman korban.

Pelaku mengaku dirinya ingin mengutarakan perasaan cintanya kepada korban.

Setelah bertemu dengan korban DFA, pelaku tiba-tiba langsung memegangi tangan korban untuk mengungkapkan cintanya.

Namun korban justru berteriak setelah pelaku tiba-tiba memegangi tangannya.

Pelaku sontak panik mendengar korban berteriak, ia berusaha membekap mulut korban dengan menggunakan tangannya, agar tidak mengeluarkan suara dan menariknya ke dalam rumah korban.

Mendengar suara cekcok antara pelaku dan korban, adik DFA yakni DK langsung mencoba membantu kakaknya.

"Karena mendengar suara cek-cok pelaku dengan DFA, akhirnya adik koban DK keluar dengan membawa pisau dapur untuk menyelamatkan kakanya dari pelaku," papar Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, Selasa (7/9/2021).

Pelaku yang lebih dewasa dan kuat justru berhasil merebut pisau yang dibawa oleh DK dan menggunakannya untuk menyerang DFA dan DK.

Pertama pelaku menghabisi DK yang mencoba menyerangnya.

Lalu korban DFA histeris sebab melihat adiknya terluka berdarah-darah.

Pelaku yang semakin panik nekat menghabisi korban DFA.

Seusai keduanya tewas, pelaku membuang mayat korban ke sumur untuk menghilangkan jejak.

Atas perbuatannya, pelaku HE dijerat dengan Pasal 338, 365 Ayat 3 KUHP dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara dan Pasal 80 Ayat 3 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Baca juga: Detik-detik Lelaki Dibunuh Teman Pria di Hotel, Pelaku Sempat Ancam Saksi Pakai Sajam saat Ketahuan

Korban Biasa Mengajar Ngaji

Korban DFA diketahui kerap mengajari anak-anak di sekitar rumahnya mengaji.

Hal itu disampaikan oleh Ketua RT 001 RW 003, Dusun Wedoro Sukun, Maskur Hamidi.

Maskur menyebut, baik DFA dan orangtuanya sama-sama memiliki jiwa sosial yang tinggi.

"Anaknya ini juga sama, kalau kerja bakti mereka ikut semua, terus anaknya yang DFA kalau sore sambil lalu ngajarin anak ngaji di salah satu TPQ. Mereka baik dan sopan," kata Maskur, kepada Kompas.com, Selasa (7/9/2021).

Sementara itu DK dikenal aktif bermain dengan teman sebayanya dan tidak nakal.

Maskur mengatakan, kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di wilayahnya.

"Biasanya enggak pernah ada kejadian kayak gini, pertamanya tak kira narkoba, eh ternyata pembunuhan. Pak Ismanto ini baru dua tahun jalan berdomisili di sini," pungkas dia. (TribunWow.com)

Kompas.com dengan judul "Mahasiswi Akper yang Dibunuh Kerap Mengajari Ngaji di TPQ, Jasadnya Ditemukan Dalam Sumur Bersama Adiknya", "Pembunuh Kakak-beradik di Sidoarjo Ditangkap, Motif Pelaku karena Cinta Ditolak Korban"

Berita lain terkait

Tags:
SidoarjoJawa TimurKasus PembunuhanTewasPembunuhan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved