Breaking News:

Viral Medsos

Polisi Buka-bukaan Hasil Visum Viral Kasus Ayah Diduga Rudapaksa 3 Anaknya: Tidak Alami Kerusakan

Pihak kepolisian menjawab soal adanya visum tandingan yang disebut dilakukan sendirian oleh ibu korban.

youtube kompastv
Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes E Zulpan memberikan penjelasan soal viral kasus dugaan ayah rudapaksa tiga anak kandungnya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang terjadi di tahun 2019 lalu. 

TRIBUNWOW.COM - Pihak kepolisian ikut menanggapi soal kasus ayah diduga rudapaksa tiga anak kandungnya yang terjadi pada tahun 2019 lalu namun kembali viral di tahun 2021.

Diketahui kasus tersebut dihentikan atau SP3 lantaran tidak cukup bukti.

Polda Sulawesi Selatan saat ini kembali menegaskan bahwa memang tidak ada bukti yang menunjukkan jika terduga pelaku melakukan tindakan rudapaksa terhadap anak-anaknya.

Trending Twitter 7 Oktober 2021 dan screenshot posting-an 'Tiga Anak Saya Diperkosa'.
Trending Twitter 7 Oktober 2021 dan screenshot posting-an 'Tiga Anak Saya Diperkosa'. (Kolase: Twitter/ Capture Projectmultatuli.org)

Baca juga: Viral Dilaporkan Rudapaksa 3 Anaknya, Ayah di Lutim: Saya Tahu Karakter Mamanya

Baca juga: Polri Sebut Kasus Rudapaksa 3 Anak oleh Ayah di Lutim Bisa Dibuka Kembali, tapi Korban Dibebankan?

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes E Zulpan di acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV.

Dikutip dari YouTube Kompastv, Sabtu (9/10/2021), Kombes Zulpan mengiyakan jika RS selaku ibu para terduga korban melapor ke Polres Luwu Timur pada Oktober 2019 lalu.

Saat itu RS melaporkan suaminya sendiri SA atas dugaan pencabulan.

Kombes Zulpan menjelaskan, selanjutnya dilakukan visum terhadap ketiga terduga korban.

Hasilnya tidak ada satu pun yang mengalami tindak kekerasan seksual.

"Pencabulan pun di dalam visum et repertum yang telah dilakukan dua kali, ini tidak membuktikan," tegas Kombes Zulpan.

Kombes Zulpan memaparkan, visum pertama dilakukan di Puskesmas

"Hasil dari pada visum yang mana juga didampingi oleh ibu korban," katanya.

"Hasil visum ini tidak menunjukkan adanya bekas kekerasan seksual."

"Alat kelamin dari ketiga anak ini juga tidak ada kerusakan."

"Intinya tidak terjadi pencabulan," imbuh Kombes Zulpan.

Setelah mendapat hasil yang pertama, dilakukan visum kedua sesuai keinginan pelapor.

Visum kedua dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara yang ada di Kota Makassar, pada 11 November 2019.

Hasil visum kedua menunjukkan hal yang sama yakni tidak ada bekas kekerasan seksual.

"Tidak ditemukan adanya bukti-bukti pencabulan, baik alat kelamin dari ketiga anak tersebut tidak mengalami kerusakan," kata Kombes Zulpan.

Kombes Zulpan memastikan jika tenaga kesehatan yang melakukan visum bekerja secara profesional sesuai sumpah jabatan mereka sehingga hasilnya dijamin kredibel.

Lalu karena tidak adanya bukti, pihak kepolisian akhirnya menghentikan proses penyelidikan.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved