PON XX Papua 2021
Tim Aceh Dituding Lakukan Sepak Bola Gajah di Ajang PON Papua, Ini Tanggapan Fakhri Husaini
Tim sepak bola Aceh diterpa isu bermain sepak bola gajah di ajang PON Papua 2021 kontra tim sepak bola Kalimantan Timur.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: Mohamad Yoenus
"Itu harus betul-betul ketika menyikapi persoalan itu harus betul-betul berdasar bukti dan fakta di lapangan. Karena kalau melihat itu, kami banyak peluang ga jadi gol," ungkapnya.
Terlepas dari itu, Fakhri menjelaskan bahwa sebenarnya tim Aceh memang memiliki banyak peluang yang gagal dikonversikan menjadi gol.
Tercatat, ada sebanyak lima peluang emas dan satu penalti yang didapatkan Aceh pada laga kontra Kaltim tersebut.
Namun, peluang tersebut gagal berbuah menjadi gol bagi tim sepak bola Aceh.
"Saya bisa saja berpendapat yang sama ini pemain ga mau buat gol lawa Kaltim. Ada 5 peluang bahkan penalti nggak masuk. Ini sepak bola," ujar Fakhri.
Di sisi lain, Fakhri Husaini juga merasa geram atas banyaknya komentar negatif yang menyudutkan tim sepak bola Aceh.
Menurut pelatih yang identik dengan menggunakan topi tersebut seseorang yang berkomentar negatif dan menyudutkan Aceh hanya melihat dari sekilas saja di layar kaca tanpa memandang dari sisi yang lain.
Hal itu tentunya merugikan timnya terutama sang pemain yang menjadi korban.
"Ada Akmal atau siapa pun berpendapat, itu bola harusnya bisa dibuang dan dikontrol, kamu ngomong begitu karena cuma duduk di atas sambil minum kopi nontonnya," kata dia.
Fakhri juga menegaskan bahwa semua hal yang ada di lapangan bisa saja terjadi, terlebih para penggawa yang bermain di ajang sepak bola PON XX Papua 2021 masih dikategorikan sebagai pemain amatir.
Mengingat mereka belum mendapatkan kesempatan berkarier di sebuah klub profesional.
"Pemain yang sedang main di lapangan, apalagi mereka pemain amatir, dalam kondisi itu apa pun bisa terjadi," tutup pelatih asal Lhokseumawe itu.
(TribunWow.com/Adi Manggala S)