Pembunuhan di Subang
Pertama Kali Bantu Proses Autopsi, Penggali Kubur Cerita Tak Bisa Makan 3 Hari seusai Bongkar Makam
Salah satu penggali kubur yang terlibat dalam pembongkaran makam Tuti dan Amalia mengaku terus teringat hingga tidak makan tiga hari dan susah tidur.
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Rekarinta Vintoko
Terkait dengan autopsi ulang jasad Tuti dan Amalia, Kombes Pol Erdi A Chaniago mengungkap kepolisian mencoba temukan petunjuk baru.
"Dia dibunuh, apakah melakukan perlawanan, kemudian untuk menentukan waktu kematiannya, karena ini kita cari kesesuaian kembali. Sehingga setelah melihat hasil autopsi tersebut, di antaranya juga mengenai alat yang digunakan, apakah tumpul atau tajam," katanya.
Kombes Pol Erdi juga menyatakan hasil autopsi kedua itu akan dievaluasi untuk dicocokkan dengan petunjuk baru yang sudah dimiliki kepolisian sebelumnya.
"Kalau memang ada kesesuaian, Insya Allah dalam waktu dekat kita temukan tersangkanya," ucapnya.
Sementara terkait hasil autopsinya sendiri, Erdi mengaku belum dapat menyampaikan kepada publik.
"Ini masih dalam konsumsi penyidik, mereka membutuhkan evaluasi, analisa, dan fokus dulu terhadap hasil temuannya," katanya. (TribunWow.com/Alma Dyani P)
Berita terkait Pembunuhan di Subang lain
Artikel ini diolah dari TribunJakarta.com dengan judul 2 Hari Susah Tidur, Cerita Penggali Makam Ibu & Anak di Subang saat Autopsi Ulang: Keingetan Terus dan TribunJabar.id dengan judul UPDATE Kasus Subang, Polisi tak Ingin Berandai-andai dan Fokus Cari Petunjuk, Apa yang Ditemukan?