Pembunuhan di Subang
Pembunuh Tuti dan Amalia Sebentar Lagi Terungkap, Polisi Siapkan 3 Hal Ini
Pihak kepolisian menyatakan dalam waktu dekat akan segera mengungkapkan siapa pelaku dalam kasus pembunuhan Tuti dan Amalia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - 50 hari berlalu, pihak kepolisian masih belum bisa menentukan siapa pelaku dalam kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23), di Subang, Jawa Barat, yang terjadi pada Agustus 2021 kemarin.
Seusai proses autopsi ulang dilakukan pada Sabtu (2/10/2021), pihak kepolisian menyatakan ada kemungkinan pelaku sebentar lagi akan terungkap.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago seperti dikutip dari YouTube Kompastv, Jumat (8/10/2021).
Baca juga: Angkat Jasad Tuti dan Amalia ke Meja Autopsi, Dede Ungkap Dilarang Keras Polisi Buka Jenazah
Baca juga: Rutin Gelar Pengajian untuk Tuti dan Amalia, Yosef Selalu Berpesan ke Kuasa Hukumnya untuk Berdoa
Kombes Erdi mengatakan, saat ini penyidik tengah fokus mencari tersangka pembunuh Tuti dan Amalia.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini," ujarnya.
Ia mengatakan, polisi akan bekerja dengan penuh kehati-hatian dan profesional dalam menetapkan tersangka.
Hal yang harus diperhatikan di antaranya adalah kelengkapan bukti.
"Karena kita menemukan tersangka, ini sudah harus benar-benar siap alat bukti, petunjuk, saksi dan sebagainya," ungkap Kombes Erdi.
Terkait proses autopsi ulang, Kombes Erdi mengatakan ada keterangan baru dari saksi dan petunjuk baru sehingga harus dicocokkan dengan hasil autopsi.
"Sehingga kita menyandingkan atau menyesuaikan akibat yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban," kata dia.
Simak videonya mulai menit awal:
Bocoran Autopsi Ulang serta Hasil Autopsi Pertama
Dikutip TribunWow.com dari TribunnewsBogor.com, meskipun tak secara gamblang menjelaskan, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago membeberkan sedikit soal proses autopsi ulang.
"Jadi, kenapa kita lakukan autopsi lagi, karena kita sedang mencari kesesuaian antara bukti dan petunjuk yang telah kita temukan yang baru dengan penyebab kematian," ujar Erdi A Chaniago, saat dihubungi Senin (4/10/2021).
Kombes Erdi memaparkan, pihak kepolisian akan mendalami bekas-bekas luka yang ada di tubuh korban.
"Kita tentunya ingin melihat lagi luka korbannya itu seperti apa. Apakah berasal dari benda tumpul atau benda tajam atau penyebab lainnya," katanya.
Baca juga: Sosok Pemuda yang Ajak Ibu Nongkrong di Kafe hingga Nonton Bola Viral, Merasa Nyaman Pergi Berdua
Selain menyoroti soal luka, detik-detik terakhir kedua korban juga akan terungkap dari proses autopsi ulang tersebut.
"Apakah itu ada perlawanan atau tidak, nanti itu kan dari autopsi kelihatan," ucap Kombes Erdi.
Walaupun tak menjawab secara detail, Kombes Erdi mengiyakan jika ada perbedaan pada autopsi pertama dan kedua.
"Yang jelas sudah ada perubahan-perubahan pemikiran dan analisa dari hasil autopsi kemarin," paparnya.
Papan Penggilas
Sebelumnya, Kapolsek Jalancagak, Kompol Supratman sempat menyampaikan hasil autopsi sementara yang dilakukan di RS Sartika Asih Bandung setelah kedua korban ditemukan tewas.
Dia menyebut ibu dan anak itu tewas karena mengalami luka parah di tengkorak kepala.
Diduga, luka tersebut disebabkan hantaman benda tumpul.
"Hasil autopsi sementara, kedua korban ini mengalami patah tulang dibagian tengkorak kepada dan memar, itu diperkirakan akibat benturan benda tumpul," jelas Supratman, dikutip dari TribunJabar.id, Kamis (19/8/2021).
Selain itu, kata Supratman, Tuti juga mengalami sejumlah luka lain di tubuhnya.
Di antaranya luka sobek di bibir korban.
"Selain itu ada luka robek di bagian bibir ibunya, untuk indikasi luka robek kita juga di TKP mengamankan pisau," sambungnya.
Jasad Tuti dan Amelia kemudian dimakamkan di TPU Istuning, Desa Jalancagak, Kamis (19/8/2021).
Kapolres Subang, AKBP Sumarni mengatakan bahwa ada dugaan jika Tuti dibunuh saat tengah tertidur.
Pasalnya, tak ditemukan tanda bekas kekerasan di tubuh korban.
"Sepertinya pada saat korban dipukul korban yang bernama Tuti sedang tidur karena tidak ada tanda perlawanan dari korban karena tidak ada tanda-tanda kekerasan," katanya.
"Kemudian anak korban sepertinya ada perlawanan karena ada bekas pukulan."
Setelah melakukan olah TKP, polisi menemukan alat yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh korban.
Polisi menemukan papan penggilasan untuk mencuci baju yang sudah berlumuran darah.
"Tadi juga kami menemukan barang bukti alat papan penggilasan untuk mencuci baju jenis kayu," terang Sumarni.
Untuk diketahui, kasus ini bermula sejak jasad kedua korban yaitu Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan di rumahnya di Desa Jalancagak, Subang, Jawa Barat pada Rabu (18/8/2021).
Suami Tuti, Yosef merupakan orang pertama yang datang ke TKP dan menemukan rumahnya sudah dalam keadaan berantakan dan berceceran darah.
Dia kemudian melaporkan ke polisi di Mapolsek Jalancagak karena mengira ada perampokan di rumahnya.
Selain menghubungi polisi, diketahui dia juga menghubungi anaknya Yoris, dan kakak Tuti, Lilis.
Polisi kemudian menemukan jasad tersebut bertumpuk di dalam bagasi sebuah mobil yang terparkir di TKP.
Pihak kepolisian menyimpulkan bahwa kasus ini merupakan kasus pembunuhan berencana, karena hampir tidak ada barang berharga yang hilang di TKP.
Hanya ponsel Amalia yang diketahui hilang dan hingga kini tidak diketahui keberadaannya.
Ada dugaan bahwa pelakunya adalah orang dekat korban, karena akses masuk ke rumah TKP juga tidak ada tanda-tanda kerusakan. (Tribunwow.com/Anung/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Pembunuhan di Subang Lainnya
Sebagian artikel ini diolah dari Tribun Jabar yang berjudul Ini Alasan Makam Amalia dan Tuti Dibongkar, Ada Petunjuk Baru Soal Kasus Subang, Segera Terungkap? dan Hasil Autopsi Ibu dan Anak yang Jasadnya di Bagasi Mobil, Ada Luka Lain Diduga Akibat Benda Tajam serta TribunnewsBogor.com dengan judul Kalung Jadi Bukti Amalia Diseret Pelaku Pasca Dibunuh, Luka di Tubuh Korban Terungkap Lewat Autopsi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2mbangan-kasus-pembunuhan-tuti-suh3a-ratu-di-subang-jawa-barat.jpg)