Terkini Daerah
Kini Disiksa Oknum TNI, Fandi Pernah Dituduh Jadi Mata-mata Polisi Gara-gara Laporkan 1 Pelaku
Sebelum menjadi korban penyiksaan oknum TNI, Fandi Wahyudi sempat dituding sebagai mata-mata polisi yang melaporkan pria diduga bandar narkoba.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Belum diketahui pasti apa alasan Andi dan seorang oknum TNI bernama Daniel Ginting melakukan penculikan terhadap Fandi Wahyudi di Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Jumat (1/10/2021) lalu.
Namun sebelum kasus ini terjadi, korban ternyata pernah melapor ke polisi terkait kasus serupa yang dilakukan oleh pelaku yang sama yakni Andi.
Kala itu korban dituduh oleh Andi sebagai mata-mata dari pihak kepolisian.
Baca juga: Disiksa Oknum Anggota TNI, Pria di Deliserdang Mengaku Dihajar dalam Kondisi Diikat di Kursi
Baca juga: Oknum Desersi TNI Culik dan Siksa Warga hingga Sekarat, Korban Dibuang ke Jurang seusai Dipukuli
Dikutip TribunWow.com dari Tribun-Medan.com, Laporan itu tertuang sebagaimana bukti lapor STPL/ 475/VII/2020/SU/Polrestabes Medan/Sek Patumbak, dengan tanggal 22 Juli Tahun 2020.
Andi kala itu menuding korban telah melaporkan dirinya yang diduga kuat sebagai bandar narkoba.
Dalam laporan itu tertulis pelapor adalah Fandi Wahyudi sedangkan terlapor tertulis Andi dan kawan-kawan.
"Tahun lalu sudah melapor ke Patumbak, tetapi sampai sekarang enggak juga ditangkap. Sampai kejadian lagi, orang yang sama sih Andi," kata Khairunnisa selaku ibu korban, Rabu (6/10/2021).
Terkait pengusutan kasus yang berhenti di tengah jalan, pihak kepolisian berdalih tidak ada saksi yang melihat korban dianiaya.
Padahal korban telah membuat surat visum di Rumah Sakit Umum Mitra Medika.
Plt Kapolsek Patumbak, AKP Neneng Armayanti membenarkan adanya laporan Fandi Wahyudi yang membuat laporan penganiayaan yang dilakukan Andi tahun 2020.
Namun ia mengaku baru mengetahui kasus ini karena belum lama berdinas di Polsek Patumbak.
"Betul ada, cuma waktu itu saya belum disini. Ini aja kami baru semua. Ini kami akan coba membantu ya, api warga Patumbak," ucapn AKP Neneng.
Disiksa Sambil Diikat di Kursi
Fandi mengaku dihajar dalam kondisi diikat di sebuah kursi oleh Daniel dan pelaku lain bernama Andi.
Dikutip TribunWow.com dari Tribun-Medan.com, informasi ini diungkap oleh Khairunnisa selaku ibu dari korban.